Santos Ingatkan Mental Arema yang Mulai Pulih, Target Tiga Poin Lawan PSM untuk Aremania

Marcos Santos menaruh beban besar di laga Arema FC melawan PSM Makassar. Ia melihat duel di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, sebagai momen untuk membayar kepercayaan Aremania setelah dua kekalahan beruntun menghantam tim di Derby Jawa Timur.

Tekanan itu bukan hanya soal poin, tetapi juga soal harga diri. Arema membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus menghapus bayang-bayang hasil buruk yang sempat menekan kepercayaan diri skuad.

Sorotan pada mental pemain

Santos menilai aspek mental menjadi titik utama yang harus segera pulih. Menurutnya, dukungan suporter pada laga sebelumnya punya peran penting untuk menghidupkan kembali semangat tim.

“Mental pemain sudah didukung suporter kemarin yang datang. Kita harus kerja keras, mental harus kembali. Harus siap menang,” kata Santos.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Arema tidak hanya mengejar tiga poin, tetapi juga ingin menunjukkan respons yang tegas setelah periode sulit. Bagi Santos, permainan melawan PSM harus menjadi bukti bahwa tim masih punya keberanian untuk bangkit.

Persiapan mulai membaik

Di tengah tekanan itu, Santos melihat tanda-tanda positif dari latihan sepanjang pekan ini. Ia menyebut para pemain mulai lebih fokus, lebih bugar, dan mendapat waktu istirahat yang cukup setelah melewati fase yang berat.

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, persiapan kali ini terasa lebih baik dibanding dua pertandingan sebelumnya. Respons pemain di sesi latihan juga memberi sinyal bahwa mental mereka perlahan membaik.

Kondisi itu penting karena Arema sedang berusaha keluar dari situasi yang menekan ruang percaya diri skuad. Santos ingin atmosfer latihan itu terbawa ke pertandingan agar tim tampil lebih siap di depan Aremania.

Masalah musim ini masih terasa

Meski ada perkembangan, Arema tetap belum lepas dari hambatan yang mengganggu konsistensi sepanjang musim. Badai cedera menjadi salah satu masalah terbesar karena membuat stabilitas skuad terganggu sejak awal kompetisi.

Dampaknya bahkan sempat terasa di lini belakang ketika stok pemain menipis. Di luar persoalan fisik, tim juga menerima pukulan emosional setelah meninggalnya Coach Kuncoro.

Kedua hal itu membuat perjalanan Arema tidak berjalan mulus. Namun, Santos tetap melihat peluang untuk menutup kompetisi dengan hasil yang lebih baik selama para pemain mampu menjaga fokus dan keberanian bertanding.

Target yang masih diburu

Santos memasang target yang cukup jelas dalam sisa laga Arema. Ia ingin timnya mengamankan sembilan poin dari tiga pertandingan tersisa agar peluang naik ke papan atas tetap terbuka.

Karena itu, duel melawan PSM tidak sekadar dipandang sebagai pertandingan kandang biasa. Bagi Arema, laga ini menjadi kesempatan untuk membalas dukungan Aremania dengan hasil yang nyata.

Di tengah tekanan, Santos justru ingin situasi tersebut berubah menjadi dorongan. Ia berharap Arema mampu menjawab tuntutan suporter dengan kemenangan yang memperlihatkan karakter tim yang siap bangkit.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button