Tiga model Galaxy S26 menjadi pintu masuk pertama untuk menjajal One UI 9 beta, dan aksesnya masih dibatasi di sejumlah negara tertentu. Samsung belum membuka program ini untuk seluruh pengguna Galaxy, sehingga tahap awalnya tetap terasa eksklusif.
Pembukaannya menarik perhatian karena One UI 9 hadir tidak lama setelah One UI 8.5 stabil dirilis ke pasar global. Di saat yang sama, Samsung sudah mulai menyiapkan arah antarmuka berikutnya berbasis Android 17.
Baru untuk Galaxy S26 series tertentu
Saat ini, program beta One UI 9 hanya tersedia untuk Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Ketiga perangkat itu menjadi lini pertama yang bisa mencicipi antarmuka baru lebih dulu dibanding model Galaxy lain.
Namun, ketersediaannya belum menyebar secara luas. Samsung baru membuka akses di Jerman, India, Korea Selatan, Polandia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Cara mengikuti uji coba
Pengguna yang ingin ikut program beta perlu mengecek ketersediaan melalui aplikasi Samsung Members. Meski perangkatnya sudah sesuai, akses tetap bergantung pada negara tempat program dibuka.
Artinya, tidak semua pemilik Galaxy S26 series otomatis bisa masuk ke tahap uji coba. Samsung masih membatasi partisipasi hanya untuk perangkat yang memenuhi syarat di wilayah yang sudah didukung.
Fokus pembaruan ada di kreativitas dan kendali pengguna
One UI 9 dibangun di atas Android 17 dan membawa arah pembaruan yang menonjolkan kreativitas, kustomisasi, aksesibilitas, dan keamanan. Karena masih beta, fitur yang sudah diumumkan belum mencerminkan pengalaman final yang nanti hadir di perangkat Galaxy.
Samsung Notes menjadi salah satu aplikasi yang ikut berubah. Aplikasi ini mendapat pita dekoratif dan variasi gaya garis pena agar pengguna bisa membuat catatan terasa lebih kreatif.
Perubahan nyata di aplikasi dan panel cepat
Samsung juga memperbarui Contacts dengan integrasi Creative Studio. Lewat pembaruan ini, pengguna bisa membuat foto profil untuk kontak tanpa perlu berpindah aplikasi.
Quick Panel ikut mendapat perhatian khusus dengan ruang kustomisasi yang lebih luas. Pengguna dapat menyusun tata letak panel dengan lebih bebas, lalu mengatur kecerahan layar, volume, dan pemutar media secara terpisah.
Samsung juga menambahkan opsi ukuran untuk elemen-elemen tersebut. Fleksibilitas ini memberi pengguna lebih banyak ruang untuk menyesuaikan tampilan sesuai preferensi masing-masing.
Aksesibilitas dan keamanan ikut ditingkatkan
Di sisi aksesibilitas, Samsung memberi perhatian pada pengaturan Mouse Key yang kini bisa diubah kecepatannya agar kontrol kursor terasa lebih mulus. TalkBack juga diperbarui melalui penggabungan layanan Google dan Samsung.
Selain itu, ada fitur Text Spotlight yang membantu menonjolkan teks yang dipilih di jendela floating. Tampilan teks menjadi lebih jelas dan lebih mudah dibaca.
Samsung juga menambahkan lapisan perlindungan baru untuk aplikasi mencurigakan. Sistem akan memberi peringatan jika mendeteksi aplikasi yang dinilai berisiko tinggi, lalu memblokir eksekusi dan instalasinya.
Pengguna juga akan disarankan menghapus aplikasi terkait melalui pembaruan kebijakan keamanan yang disiapkan Samsung. Langkah ini menunjukkan bahwa One UI 9 beta tidak hanya berfokus pada tampilan dan kustomisasi, tetapi juga pada perlindungan perangkat.
Tanda arah pembaruan berikutnya
Program beta ini hadir segera setelah One UI 8.5 stabil dipasarkan secara global, sehingga Samsung tampak bergerak cepat menuju fase pengembangan berikutnya. Perusahaan juga menyebut pengalaman lengkap One UI 9 akan dikenalkan bersama perangkat Galaxy flagship generasi berikutnya pada tahun ini.
Samsung diperkirakan akan mengumumkannya berbarengan dengan Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 pada paruh kedua tahun ini. Bagi pengguna Galaxy S26 series di negara yang sudah didukung, ini menjadi kesempatan awal untuk melihat arah baru antarmuka Samsung berbasis Android 17.
Source: inet.detik.com