Samsung tampaknya tidak lagi hanya mengandalkan filter biasa untuk merapikan notifikasi di ponsel Galaxy. Lewat pembaruan Device Care, perusahaan ini mulai menyiapkan cara yang lebih tegas untuk menghentikan aplikasi yang terlalu sering mengirim iklan agar tidak terus memenuhi panel notifikasi.
Yang menarik, langkah ini tidak berhenti pada pemblokiran pesan yang mengganggu. Aplikasi yang terdeteksi juga dapat langsung ditempatkan ke mode deep sleep, sehingga aktivitasnya di latar belakang ikut dibatasi dan ruang geraknya menjadi jauh lebih sempit.
Dua jalur pemblokiran yang disiapkan
Samsung disebut menyiapkan dua pendekatan dalam fitur baru ini. Jalur pertama mengandalkan daftar aplikasi yang sudah lebih dulu dikenali sebagai pengirim iklan dengan frekuensi tinggi, lalu sistem dapat langsung menahan notifikasinya.
Pendekatan kedua memakai pemblokiran cerdas atau intelligent blocking. Dalam mode ini, sistem terus menilai notifikasi yang masuk untuk melihat apakah isinya tergolong iklan, lalu memblokirnya jika pesan seperti itu muncul terlalu sering.
Tidak hanya dibisukan, tapi juga dibatasi
Perbedaan utama fitur ini ada pada tindak lanjutnya. Samsung tidak sekadar mematikan notifikasi dari aplikasi bermasalah, tetapi juga bisa mendorong aplikasi tersebut masuk ke deep sleep.
Dengan begitu, aplikasi tidak leluasa berjalan di latar belakang seperti biasa. Bagi pengguna, langkah ini bisa terasa lebih efektif karena gangguan tidak hanya dipadamkan di permukaan, tetapi juga dibatasi dari sisi aktivitas aplikasi.
Jawaban atas panel notifikasi yang penuh spam
Masalah notifikasi promosi memang sering membuat panel notifikasi dipenuhi pesan yang tidak penting. Kondisi ini membuat pengguna lebih sulit memilah mana pemberitahuan yang benar-benar perlu dibaca dan mana yang hanya spam dari aplikasi tertentu.
Karena Device Care adalah aplikasi bawaan di One UI, fitur ini pada dasarnya tersedia langsung di perangkat Samsung tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. Kehadirannya membuat pengelolaan notifikasi bisa dilakukan dari sistem yang sudah tertanam di ponsel.
Masih ada catatan soal akurasi
Meski terlihat menjanjikan, mode pemblokiran cerdas belum sepenuhnya tanpa risiko. Samsung memberi catatan bahwa penilaian sistem tidak selalu akurat, sehingga ada kemungkinan notifikasi tertentu salah dianggap sebagai iklan atau justru lolos dari pemblokiran.
Artinya, fitur otomatis ini membantu mengurangi gangguan, tetapi belum sepenuhnya menggantikan kontrol manual pengguna. Untuk sebagian orang, kombinasi pengawasan sistem dan pengaturan manual tetap menjadi cara paling aman.
Belum merata di semua perangkat Galaxy
Fitur pemblokiran iklan di notifikasi ini sejauh ini baru terlihat pada One UI 8.5. Karena itu, tidak semua pengguna Galaxy akan langsung menemukannya di perangkat masing-masing.
Samsung juga masih menggulirkannya secara bertahap. Penyebarannya disebut bisa membutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu lagi, sehingga pengguna yang belum melihat opsi tersebut perlu memeriksa pembaruan Device Care dan menunggu distribusinya selesai.
Kehadiran fitur ini menunjukkan Samsung mulai memberi perhatian lebih besar pada kualitas pengalaman notifikasi di ekosistemnya. Saat sebagian aplikasi makin agresif mempromosikan layanan mereka, kemampuan sistem untuk mendeteksi dan menahan spam iklan langsung dari perangkat bisa menjadi tambahan kecil yang dampaknya terasa besar dalam penggunaan harian.
Source: www.gsmarena.com