Samsung tampaknya memilih menahan langkah untuk Galaxy Ring 2 dan tidak ingin terburu-buru membawanya ke pasar. Alih-alih mengejar peluncuran cepat, perusahaan disebut lebih dulu memoles aspek yang paling terasa bagi pengguna, yaitu baterai, kenyamanan, dan akurasi sensor.
Arah itu membuat kehadiran cincin pintar generasi baru ini tidak lagi diperkirakan dekat. Informasi dari Korea Selatan mengarah pada peluncuran di awal tahun depan, sehingga peluang tampil di acara Unpacked pada paruh kedua tahun ini terlihat makin kecil.
Fokus bergeser ke pengalaman pakai
Perubahan paling penting kabarnya terjadi di bagian dalam perangkat. Samsung disebut sedang menata ulang komponen internal agar bodi Galaxy Ring 2 bisa dibuat lebih tipis dan lebih ringan.
Langkah tersebut masuk akal karena perangkat ini dipakai langsung di jari dalam waktu lama, baik siang maupun malam. Pada kategori seperti ini, bobot dan ketebalan sering menjadi penentu apakah perangkat terasa nyaman atau justru mengganggu.
Galaxy Ring generasi pertama sendiri sempat menarik perhatian saat debut pada 2024. Itu menjadi wearable berbentuk cincin pertama dari Samsung, tetapi penerus resminya hingga kini memang belum juga diumumkan.
Baterai jadi sasaran utama
Selain bentuk fisik, daya tahan baterai juga masuk daftar prioritas. Model pertama diketahui mampu bertahan hingga 7 hari, sedangkan Galaxy Ring 2 disebut ditargetkan bertahan sekitar 9 sampai 10 hari.
Jika target itu tercapai, peningkatannya akan cukup besar untuk perangkat wearable yang ukurannya sangat kecil. Ruang internal yang terbatas membuat peningkatan baterai biasanya harus dibayar dengan desain yang jauh lebih efisien.
Samsung juga dikabarkan ingin memperluas manfaat penggunaan lewat penyempurnaan pemantauan kesehatan. Salah satu fokusnya adalah analisis tidur yang lebih baik daripada generasi sebelumnya.
Sensor dan pemantauan kesehatan ikut dibenahi
Akurasi sensor menjadi perhatian penting dalam pengembangan perangkat ini. Untuk perangkat kesehatan seperti cincin pintar, ketepatan pembacaan data sangat menentukan kualitas informasi yang diterima pengguna.
Pada model yang sudah beredar, Galaxy Ring dibekali accelerometer, PPG, dan sensor suhu kulit. Perangkat itu juga mendukung pemantauan detak jantung, tetapi tidak menyediakan dukungan notifikasi.
Samsung disebut ingin memperluas wawasan kesehatan kardiovaskular pada Galaxy Ring 2. Arah ini menegaskan posisi produk tersebut sebagai perangkat pemantau tubuh, bukan alat komunikasi harian.
Rencana fitur yang belum ikut dibawa
Sebelumnya, Samsung juga dilaporkan sempat mempertimbangkan pemantauan gula darah non-invasif untuk cincin pintar ini. Namun, rencana itu kini disebut masih ditunda.
Keputusan tersebut menunjukkan Samsung belum ingin menambah fitur yang belum siap. Fokus perusahaan justru mengarah ke pembaruan yang lebih langsung dirasakan, seperti kenyamanan, daya tahan baterai, dan kualitas sensor.
Di saat yang sama, Samsung disebut sedang memusatkan perhatian pada Galaxy Z Fold versi “Wide”. Kondisi itu ikut membuat peluang Galaxy Ring 2 hadir dalam waktu dekat terlihat semakin kecil.
ETNews, yang sorotannya juga diikuti 9to5Google, menyebut perangkat ini sangat mungkin diperkenalkan pada awal tahun depan. Jika jadwal itu benar terjadi, Galaxy Ring 2 akan datang sebagai penyempurnaan yang lebih matang, dengan penekanan pada pengalaman inti yang lebih nyaman, lebih tahan lama, dan lebih akurat.
Source: www.androidpolice.com




