Popularitas drama kerajaan di 2026 tidak lagi bergantung pada intrik istana yang itu-itu saja. Tiga judul terbaru justru mencuri perhatian karena berani mengawinkan sageuk dengan romansa-komedi, politik monarki modern, hingga fantasi lintas zaman.
Daya tarik itu juga tercermin dari raihan rating yang tinggi. To My Beloved Thief, Perfect Crown, dan My Royal Nemesis sama-sama menunjukkan bahwa cerita bernuansa kerajaan masih punya tempat kuat ketika dikemas dengan pendekatan yang lebih segar.
To My Beloved Thief dan konflik yang lahir dari pertukaran jiwa
Di antara tiga judul tersebut, To My Beloved Thief tampil dengan nuansa paling ringan. Drama ini mengusung romansa-komedi dalam latar sageuk dan berhasil mencatat rating lebih dari 7%.
Cerita berpusat pada Hong Eun Jo yang menjalani kehidupan rahasia sebagai pencuri bernama Hong Gil Dong. Dalam perannya itu, ia mencuri dari orang kaya untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Aksi tersebut kemudian menyeretnya berhadapan dengan Yi Yeol, seorang pangeran yang bertugas menangkapnya. Hubungan keduanya berubah total setelah mereka mengalami pertukaran jiwa.
Peristiwa itu dipicu oleh sebuah gelang misterius milik seorang biksu. Sejak saat itu, konflik dan dinamika keduanya berkembang jauh lebih rumit dari sekadar kejar-kejaran antara pencuri dan pangeran.
Drama ini dibintangi Nam Ji Hyun dan Moon Sang Min. To My Beloved Thief dapat ditonton melalui Viki.
Perfect Crown membawa kerajaan ke setting modern
Jika To My Beloved Thief tetap berakar pada sageuk, Perfect Crown mengambil jalur yang berbeda. Drama ini menempatkan Korea Selatan dalam sistem monarki konstitusional, sehingga nuansanya terasa seperti kerajaan modern.
Pusat ceritanya adalah Seong Hui Ju, CEO Castle Beauty yang datang dari keluarga konglomerat. Meski sukses dan berkecukupan, ia tetap berstatus rakyat biasa.
Posisinya semakin rumit karena Seong Hui Ju merupakan anak tidak sah dari ayahnya. Kondisi itu membuatnya kerap diremehkan dan mendorong keinginannya untuk menaikkan status di mata publik.
Di sisi lain, ada pangeran agung Ian, putra kedua dari garis keturunan raja. Ia berada dalam sorotan ibu suri Yoon Yi Rang, yang menilai keberadaannya dapat menjadi ancaman politik bagi raja saat ini, yaitu keponakan Ian.
Yoon Yi Rang juga terus mendorong Ian untuk segera menikah. Langkah itu disebut bisa semakin membatasi ruang geraknya di dalam kerajaan.
Perfect Crown dibintangi IU, Byeon Woo Seok, dan Gong Seung Yeon. Drama ini tayang di Disney+ dan mencatat rating lebih dari 13% pada episode terakhirnya.
My Royal Nemesis jadi yang paling ekstrem dalam perpaduan genre
Di antara ketiganya, My Royal Nemesis tampil paling berani karena langsung menggabungkan latar Joseon dengan dunia modern. Perpaduan dua zaman ini membuat alurnya bergerak dinamis dan penuh kejutan.
Kisahnya dimulai dari Kang Dan Shim, selir tingkat tinggi di era Joseon yang dijatuhi hukuman minum racun. Namun alih-alih mati, jiwanya justru terjebak dalam tubuh Shin Seo Ri, seorang aktris cilik di dunia modern yang telah menjadi sosok terlupakan.
Setelah itu, Kang Dan Shim harus berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan baru sebagai Shin Seo Ri. Di tengah proses tersebut, ia bertemu CEO Cha Se Gye yang dijuluki “monster kapitalis”.
Drama ini juga memberi isyarat adanya hubungan masa lalu antara Kang Dan Shim dan Cha Se Gye. Kehadiran Choi Mun Do, paman Cha Se Gye, ikut menarik perhatian karena wajahnya sangat mirip dengan raja di masa lalu saat Kang Dan Shim masih menjadi selir.
My Royal Nemesis dibintangi Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun. Drama ini mencatat rating tertinggi lebih dari 10% dan bisa diakses melalui Netflix.
Ketiga drama tersebut menunjukkan bahwa sageuk 2026 tidak lagi bergerak dalam satu pola yang sama. Satu mengandalkan romansa-komedi, satu menghadirkan politik istana dalam sistem monarki modern, dan satu lagi menabrakkan sejarah dengan kehidupan masa kini.
Source: www.beautynesia.id