Saat Ottawa Paling Serius Ke Asia, Carney Dan Alberta Longgarkan Syarat Pipa Baru

Tarik-ulur soal masa depan energi Kanada kini makin jelas mengarah ke Asia. Dorongan itu muncul saat pemerintah pusat mulai membuka ruang bagi proyek pipa minyak baru yang dirancang untuk memperkuat ekspor ke pasar yang dinilai lebih menjanjikan di luar Amerika Serikat.

Di Edmonton, Mark Carney dan Premier Alberta Danielle Smith menandatangani kesepakatan harga karbon industri yang menjadi salah satu pijakan awal rencana tersebut. Bagi Ottawa, langkah ini bukan sekadar soal energi, tetapi juga soal menyusun ulang arah ekonomi ketika hubungan dagang dengan Washington berada dalam situasi yang makin sulit.

Asia jadi target yang semakin serius

Carney melihat negara-negara Asia sebagai pasar yang membutuhkan pasokan energi dari pemasok yang dianggap aman dan stabil. Ia menilai Kanada sudah memperoleh kepercayaan dari sejumlah negara di kawasan itu, sehingga peluang yang ada perlu dimanfaatkan lebih jauh.

Pandangan itu menguat di tengah memburuknya hubungan dagang dengan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Carney memandang perubahan ini bukan sebagai gangguan sesaat, melainkan tanda bahwa Kanada harus siap menghadapi hubungan ekonomi yang berbeda secara fundamental dengan Washington.

Kesepakatan dengan Alberta membuka pintu

Langkah bersama Ottawa dan Alberta menyoroti perubahan politik yang cukup besar. Smith, yang sebelumnya dikenal keras mengkritik kebijakan Justin Trudeau terhadap industri minyak Alberta, kini menandatangani kesepakatan yang justru membantu membuka jalan bagi proyek baru itu.

Kesepakatan tersebut mengatur kenaikan tarif emisi secara bertahap hingga mencapai CAN$130 per ton CO2 pada 2040. Angka ini lebih rendah daripada target CAN$170 pada 2030 yang pernah diusulkan Trudeau.

Tenggat yang sudah dipasang Ottawa

Carney juga sudah menetapkan batas waktu untuk proposal akhir pipa yang ditujukan ke pasar Asia. Rancangan itu harus masuk ke kantor proyek utamanya paling lambat 1 Juli.

Namun, tenggat itu belum berarti proyek akan melaju tanpa hambatan. Persetujuan akhir masih bergantung pada pengembangan apa yang oleh Carney disebut sebagai “inisiatif global terbesar untuk penangkapan dan penyimpanan karbon.”

Penolakan tetap kuat di jalur pesisir

Rencana pipa baru ini masih menghadapi resistensi besar dari sejumlah kelompok adat dan First Nations. Mereka sudah menyatakan akan menentang setiap pipa yang melintasi Alberta menuju Pantai Pasifik Kanada.

Sikap itu membuat jalur menuju pesisir menjadi salah satu titik paling sensitif dalam rencana ekspansi energi Kanada. Perdebatan soal wilayah, lingkungan, dan hak masyarakat adat diperkirakan tetap menjadi penghalang utama.

Di sisi lain, industri minyak juga lama mengkritik sistem harga karbon. Smith mengatakan pada Jumat bahwa tarif yang dianggap terlalu tinggi di bawah pemerintahan Trudeau sudah “dikorbankan” atau dikurangi.

Dampak politik yang lebih luas di Alberta

Dorongan Carney datang ketika sentimen separatis di Alberta ikut menguat. Kelompok yang mendukung pemisahan provinsi itu disebut memperoleh dukungan hingga sekitar 30 persen, dengan kritik utama diarahkan pada kendali Ottawa atas industri minyak daerah tersebut.

Carney, yang dibesarkan di Alberta, tetap menegaskan bahwa provinsi itu dapat berkembang dalam Kanada yang bersatu. Bagi pemerintah pusat, dukungan Alberta menjadi penting karena proyek pipa ini tidak hanya menyangkut ekspor minyak, tetapi juga masa depan hubungan politik dan ekonomi Kanada.

Dari kubu kiri, penolakan juga muncul. Pemimpin New Democratic Party, Avi Lewis, menyebut pengumuman itu sebagai tanda bahwa pemerintah Carney telah menyerah pada lobi minyak dan gas. Sementara itu, kesepakatan dengan Alberta menunjukkan Ottawa kini memilih pendekatan yang lebih terbuka terhadap ekspansi energi, meski risiko politik dan lingkungan masih besar.

Exit mobile version