Saat Operasi Paru Tak Bisa Dilakukan, Cryoablation Menawarkan Nyeri Lebih Ringan dan Kontrol Lokal Tumor

Bagi pasien kanker paru yang tidak lagi cocok menjalani operasi, pilihan terapi lokal tetap dibutuhkan untuk menahan pertumbuhan tumor. Di titik inilah Lung Cryoablation mulai dilihat sebagai salah satu opsi yang menarik karena bekerja dengan membekukan jaringan kanker dan cenderung tidak menimbulkan nyeri berlebihan.

Pendekatan ini menjadi relevan terutama pada pasien dengan kondisi yang membuat tindakan invasif berisiko tinggi. Dalam praktiknya, Lung Cryoablation dapat dipertimbangkan pada kanker yang kambuh, pada pasien yang tidak bisa dioperasi, atau pada situasi ketika dokter perlu menekan tumor secara lokal tanpa membuka jalan pembedahan.

Posisi di antara operasi dan terapi lain

Dalam penanganan kanker paru, operasi masih menjadi pilihan utama bagi pasien yang dinilai layak menjalani pembedahan. Selain itu, SBRT atau radioterapi juga sering digunakan untuk kontrol lokal, tetapi tidak semua pasien cocok dengan dua pendekatan tersebut.

Pada pasien inoperable, rekurensi, atau risiko tinggi terhadap tindakan invasif, Lung Cryoablation dan thermoablation dapat masuk ke dalam pertimbangan. dr. Rio Hermawan, Sp.Rad (K) dari MRCC Siloam Semanggi menjelaskan bahwa local control dari Lung Cryoablation dinilai comparable dengan terapi ablasi lain.

Ia juga menyoroti karakteristik less pain dan kemampuan metode ini mempreserve struktur sekitar. Efek suhu dingin membantu menjaga collagen preservation, sehingga tindakan ini dipandang lebih ramah pada jaringan di sekitarnya.

Cara kerja pembekuan tumor

Secara teknis, Lung Cryoablation dilakukan dengan membentuk ice ball di area tumor dan memantaunya lewat CT scan. Bagian sentral ice ball menjadi zona paling sitotoksik, sedangkan bagian perifer mengalami cedera yang lebih ringan.

Penghancuran tumor terjadi lewat tiga mekanisme utama. Pertama, cellular injury akibat pembentukan es yang merusak membran sel dan memicu cell death.

Kedua, terjadi vascular injury yang merusak pembuluh darah di sekitar tumor. Kondisi ini memicu trombosis mikrovaskular, ischemia, dan nekrosis.

Ketiga, prosedur ini dapat memicu immunogenic cell death yang berpotensi mengaktifkan respons imun tubuh. Dalam praktiknya, proses pembekuan umumnya mencapai minus 20 sampai minus 40 derajat Celsius.

Mengapa dinilai membantu di area sulit

Salah satu alasan teknik ini diperhatikan adalah kemampuannya bekerja di dekat pembuluh darah dan struktur vital. Efek heat sink dinilai membantu menjaga keamanan prosedur di lokasi tertentu, termasuk area yang berdekatan dengan struktur vaskular.

Karena memakai suhu dingin, prosedur ini juga dianggap less pain. Bagi sebagian pasien, kondisi itu membuat tindakan lebih tolerabel dibanding prosedur yang lebih agresif.

Meski begitu, ukuran tumor tetap menjadi perhatian penting. Pada tumor besar, dokter perlu menilai indikasi lebih ketat karena tindakan bisa memerlukan lebih banyak probe atau beberapa sesi.

Siapa yang paling mungkin menjadi kandidat

Lung Cryoablation disebut cocok untuk pasien berisiko tinggi yang sulit menjalani operasi. Contohnya pasien dengan hasil spirometri yang kurang baik, usia lanjut, pulmonary hypertension, atau kondisi lain yang membuat terapi invasif berisiko.

Namun, prosedur ini tidak cocok untuk semua keadaan. Koagulopati yang tidak bisa dikoreksi, lokasi tumor yang sangat sulit dijangkau, serta infeksi akut atau infeksi yang tidak dapat ditangani termasuk kontraindikasi penting.

Ada pula kondisi yang dinilai relatif, seperti poor performance status, severe dysfunction, dan tumor yang terlalu besar. Tumor di atas 3 atau 5 cm masih mungkin ditangani, tetapi biasanya membutuhkan multiple probe atau beberapa sesi agar hasil tidak substandard dan risiko rekurensi tidak meningkat.

Akses tindakan dan pemulihan pasien

Prosedur ini dapat dilakukan melalui bronkoskopi atau percutaneous. Untuk tumor perifer yang jauh dari bronchus dan sulit dijangkau dengan bronchoscopy, pendekatan percutaneous menjadi pilihan utama.

Selama tindakan, dokter menggunakan CT scan untuk menentukan lokasi penyuntikan probe secara presisi. Prosedur ini juga tidak selalu membutuhkan general anesthesia karena dapat dilakukan dengan local anesthesia, conscious sedation, atau general anesthesia sesuai kondisi pasien.

Dalam banyak kasus, pasien hanya perlu dirawat sekitar satu hari. Lebih dari 80 sampai 90 persen pasien disebut bisa pulang dengan cepat selama kondisi pascatindakan stabil.

Perkembangan yang masih berjalan

Clinical evidence untuk Lung Cryoablation masih berkembang, termasuk kemungkinan kombinasinya dengan terapi sistemik atau imunoterapi. Perkembangan ini membuat teknik tersebut semakin diperhatikan sebagai bagian dari strategi penanganan kanker paru yang lebih fleksibel.

Pada akhirnya, pilihan terapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, ukuran tumor, lokasi lesi, dan risiko tindakan. Dalam situasi tertentu, Lung Cryoablation membuka ruang terapi tambahan bagi pasien kanker paru yang tidak dapat menjalani operasi atau membutuhkan pendekatan lokal yang lebih minim invasif.

Source: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version