Rupiah Melemah Tak Langsung Mengerek Harga Daihatsu, Lokalisasi Jadi Penahan Utama

Bagi industri otomotif, pelemahan rupiah biasanya langsung memunculkan kekhawatiran soal biaya produksi. Namun PT Astra Daihatsu Motor memilih langkah berbeda dengan tetap menahan harga jual mobilnya meski tekanan kurs belum mereda.

Sampai saat ini, Daihatsu belum melakukan kenaikan harga. Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani menyebut harga masih bertahan selama empat bulan hingga lima bulan terakhir, walau rupiah bergerak fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi itu ditopang oleh struktur produksi yang cukup kuat di dalam negeri. ADM menyebut lokalisasi komponen di perusahaan tersebut sudah lebih dari 80 persen, sehingga ruang untuk menjaga harga tetap stabil masih terbuka meski sebagian komponen masih bergantung pada impor berdenominasi dolar AS.

Efisiensi dan rantai pasok jadi penyangga

Untuk meredam tekanan dari kurs, ADM tidak hanya mengandalkan komposisi komponen lokal. Perusahaan juga melakukan efisiensi internal melalui restrukturisasi biaya dan perbaikan di bagian manufaktur agar bisnis tetap berkelanjutan.

Di saat yang sama, Daihatsu mendorong penguatan pemasok lokal. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan pada komponen impor yang lebih rentan terkena gejolak nilai tukar, sekaligus menjaga rantai pasok tetap lebih tangguh.

Sri Agung menjelaskan bahwa ADM juga membahas solusi bersama total supply chain untuk mengembangkan lokalisasi sejumlah komponen. Arah kebijakan itu bukan hanya soal menekan biaya, tetapi juga memperkuat ketahanan pasokan dalam jangka panjang.

Tekanan tidak hanya dirasakan satu pabrikan

ADM memandang pelemahan rupiah dan gangguan pasokan komponen sebagai masalah yang lebih luas di industri otomotif Indonesia. Sri Agung menilai konflik geopolitik yang berlangsung saat ini ikut memberi tekanan pada suplai komponen, sehingga dampaknya dirasakan banyak pelaku industri.

Situasi tersebut membuat penyesuaian di berbagai perusahaan hampir tidak terhindarkan. Meski begitu, Daihatsu masih memilih menahan harga selama kemampuan lokalisasi dan efisiensi internalnya belum berubah secara signifikan.

ADM juga mengakui bahwa depresiasi rupiah berpotensi memengaruhi biaya investasi perusahaan. Kendati demikian, kondisi produksi yang lebih banyak bertumpu pada pemasok dalam negeri masih memberi bantalan penting agar harga jual ke konsumen belum perlu diubah.

Pernyataan Sri Agung disampaikan dalam Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5). Hingga kini, perusahaan belum melihat kebutuhan untuk langsung menyesuaikan label harga pada produk yang dipasarkan, meski tekanan biaya dari komponen impor tetap ada.

Source: www.cnnindonesia.com
Exit mobile version