Rumah Tua Agar Cepat Terisi, Ini Cara Menekan Risiko Rusak dan Menaikkan Daya Tariknya

Rumah tua yang hendak disewakan tidak cukup hanya dibuka pintunya lalu menunggu calon penghuni datang. Agar lebih cepat terisi, pemilik perlu membuat bangunan itu terlihat layak huni, aman, dan tidak memunculkan kesan yang mengganggu sejak awal.

Langkah yang paling sering menentukan justru bukan soal tampilan saja, melainkan kesiapan struktur dan kenyamanan dasarnya. Jika rumah dibiarkan apa adanya, bangunan tua yang kosong memang cenderung lebih cepat rusak dan lebih sulit menarik minat penyewa.

Periksa kondisi paling krusial lebih dulu

Atap perlu menjadi prioritas awal karena fungsinya melindungi penghuni dari hujan. Pengecekan akan lebih mudah dilakukan saat musim hujan karena kebocoran biasanya lebih cepat terlihat.

Rangka atap juga tidak boleh luput dari perhatian. Material kayu atau bambu bisa keropos seiring waktu dan pada kondisi tertentu berisiko runtuh.

Setelah itu, dinding dan tiang harus diperiksa dengan cermat. Dua bagian ini memegang peran besar dalam kekuatan bangunan, sehingga kerusakan kecil pun bisa berdampak serius bila dibiarkan.

Usia bangunan dapat membuat dinding miring, misalnya karena pergerakan tanah atau kualitas konstruksi awal yang kurang baik. Bila tembok atau tiang sampai runtuh, penghuni bisa terluka dan pemilik juga berisiko menghadapi tuntutan ganti rugi.

Bersihkan agar rumah tidak memberi kesan tertinggal

Rumah tua yang hendak ditawarkan perlu dibersihkan sampai ke sudut-sudutnya. Kebersihan yang menyeluruh membuat rumah tampak lebih layak dan lebih menarik di mata calon penyewa.

Hunian yang sudah berumur lebih dari 30 tahun biasanya menyimpan noda yang membandel. Jika perlu, jasa bersih-bersih rumah bisa dipakai supaya hasilnya lebih maksimal dan tampilan bangunan lebih meyakinkan.

Kesan visual di bagian luar juga punya pengaruh besar. Pengecatan ulang sering memberi efek segar yang langsung terlihat, apalagi bila warna yang dipilih membuat rumah tampak lebih cerah.

Halaman yang rapi turut membantu mengurangi kesan menyeramkan. Tanaman hias yang tertata dan dekorasi interior yang cantik dapat membuat rumah lama terasa lebih ramah saat dilihat calon penghuni.

Harga dan isi rumah harus dibuat masuk akal

Setelah kondisi fisik dirapikan, harga sewa perlu disesuaikan dengan realitas pasar. Rumah tua umumnya tidak bisa dipatok setinggi rumah baru, terlebih bila kondisinya belum sepenuhnya prima.

Ukuran yang besar tidak otomatis membuat minat tinggi. Semakin buruk kondisi rumah, biasanya semakin rendah pula tawaran yang muncul, sehingga harga yang lebih miring cenderung lebih realistis agar rumah lebih cepat terisi.

Isi rumah juga perlu dipikirkan dengan hati-hati. Perabot lawas memang kadang masih kuat dan tetap bisa dipakai, tetapi terlalu banyak furnitur jadul dapat membuat calon penyewa merasa tidak nyaman.

Dalam banyak kasus, rumah tua justru lebih aman disewakan kosong daripada dipenuhi perabot yang terlihat menyeramkan atau tidak sesuai zaman. Langkah ini juga membantu calon penghuni membayangkan isi rumah sesuai kebutuhan mereka sendiri.

Rasa aman tetap jadi pertimbangan penting

Selain kondisi fisik, rumah tua sering dinilai dari kesan yang ditimbulkannya. Bagi sebagian orang, hunian yang kurang terawat mudah dikaitkan dengan cerita menyeramkan, apalagi karena masih ada masyarakat yang memercayai fenomena gaib.

Karena itu, rumah perlu dibuat terasa aman sejak awal. Jika calon penyewa sudah merasa nyaman dan tidak takut saat melihat rumah, peluang untuk melanjutkan ke tahap sewa akan jauh lebih besar.

Begitu rumah berhasil terisi, manfaatnya tidak berhenti pada pemasukan. Bangunan yang ditempati biasanya lebih mudah dirawat dan hasil sewanya bisa dipakai untuk biaya perawatan maupun menambah aset lain.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button