RSMS Purwokerto Diperkuat Jadi Pusat Rujukan, Dokter Spesialis Diminta Menjangkau Desa

Arus pasien ke RSUD Prof Dr Margono Soekarjo atau RSMS Purwokerto menunjukkan rumah sakit ini sudah melayani wilayah yang jauh lebih luas dari sekadar Banyumas. Dari total pasien, 42 persen berasal dari Kabupaten Banyumas, sedangkan sisanya datang dari Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, Wonosobo, Tegal, dan daerah lainnya.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan RSMS sebagai simpul utama layanan kesehatan bagi Banyumas Raya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai penguatan posisi RSMS perlu dibarengi jejaring yang solid dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta di kabupaten dan kota sekitar.

Pola layanan semacam itu dinilai penting agar pelayanan kesehatan tidak menumpuk di satu titik. Dalam skema yang disiapkan, RSMS akan berfungsi sebagai pusat rujukan regional, sementara rumah sakit di sekelilingnya menjadi penopang layanan yang membuat akses pasien lebih terhubung.

Jejaring layanan dan peran spesialis

Ahmad Luthfi menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu arah pembangunan di Jawa Tengah karena layanan ini langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, RSMS didorong memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi serta rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di wilayah sekitar.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung program dokter spesialis keliling atau Speling. Program ini dinilai efektif membawa layanan kesehatan hingga ke pelosok desa, terutama di wilayah yang selama ini sulit menjangkau layanan spesialistik secara langsung.

Ahmad Luthfi meminta seluruh dokter spesialis ikut bergerak tanpa menunggu instruksi dari gubernur maupun kepala dinas. Ia menegaskan bahwa masyarakat di desa lebih membutuhkan kehadiran dokter yang turun langsung ke kampung, sehingga layanan tidak hanya berhenti di rumah sakit rujukan.

Kapasitas RSMS yang menopang peran baru

Di sisi lain, RSMS Purwokerto memang sudah memiliki dukungan sumber daya yang besar. Direktur RSMS Purwokerto dr Heri Dwi Purnomo menyebut rumah sakit itu kini ditopang 2.204 karyawan.

Jumlah tersebut terdiri atas 154 dokter, 847 perawat dan bidan, 519 tenaga medis lainnya, serta 683 tenaga non-medis. RSMS juga memiliki layanan unggulan seperti bedah saraf, layanan jantung, uronefrologi, serta layanan maternal dan perinatal.

Dengan kapasitas itu, RSMS diposisikan untuk menguatkan layanan spesialistik di kawasan sekitarnya. Hingga April 2026, rumah sakit ini telah melayani 9.888 pasien instalasi gawat darurat, 134.632 pasien rawat jalan, dan 17.698 pasien rawat inap.

Dari total layanan tersebut, komposisi pembiayaan pasien terdiri atas 38 persen peserta BPJS Kesehatan PBI, 55 persen BPJS Kesehatan non-PBI, enam persen pasien umum, dan satu persen lainnya melalui skema pembiayaan lain. Angka itu memperlihatkan besarnya peran RSMS dalam melayani beragam kelompok masyarakat.

Posisi regional yang makin menguat

Sebaran pasien juga memperlihatkan bahwa RSMS telah menjadi tujuan layanan bagi banyak wilayah di Banyumas Raya dan sekitarnya. Selain pasien dari Kabupaten Banyumas, pasien datang dari Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, Wonosobo, Tegal, dan daerah lain di luar itu.

Kondisi tersebut membuat penguatan RSMS sebagai hub kesehatan dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat di Jawa Tengah bagian barat selatan. Pemerintah provinsi pun menempatkan penguatan jejaring rumah sakit dan pemerataan layanan spesialis sebagai kunci agar warga di kota hingga desa bisa mendapatkan pelayanan lebih dekat.

Source: jateng.antaranews.com
Exit mobile version