Rp2 Jutaan yang Terasa Naik Kelas, Ada Layar Lengkung 144Hz dan Baterai 7.000 mAh di 2026

Di kelas HP Rp2 jutaan, daya tahan baterai kini jadi pembeda yang paling mudah menarik perhatian. Motorola G57 Power muncul sebagai salah satu nama yang paling menonjol karena membawa baterai 7.000 mAh, kapasitas yang diklaim sanggup menemani pemakaian normal hingga dua hari penuh.

Namun, daya tahan bukan satu-satunya alasan segmen ini terasa makin menarik. Beberapa model lain justru datang dengan layar lengkung, panel AMOLED, dan refresh rate 144Hz, sesuatu yang dulu lebih sering ditemukan di kelas yang jauh lebih mahal.

Layar yang naik kelas ke harga terjangkau

Redmi Note 15 4G menjadi salah satu perangkat yang paling mudah mencuri perhatian di kelompok harga ini. Ponsel tersebut membawa panel AMOLED dengan desain layar lengkung, lalu ditambah tingkat kecerahan puncak 3.000 nits agar tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari langsung.

Di sisi tampilan, Infinix Hot 60 Pro dan Infinix Hot 60 Pro Plus juga ikut mendorong standar baru. Keduanya sama-sama memakai layar AMOLED 144Hz, sementara Hot 60 Pro Plus hadir dengan panel lengkung dan screen-to-body ratio 93,4 persen.

Infinix Hot 60 Pro Plus juga tampil sangat tipis dengan ketebalan 5,95 mm dan bobot 155 gram. Sementara itu, Hot 60 Pro memakai layar 6,78 inci dan tetap membawa fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan harian.

Baterai besar dan fitur harian jadi senjata lain

Motorola G57 Power bukan hanya unggul di kapasitas baterai. Perangkat ini juga dibekali Snapdragon 6 Gen 4, RAM 8 GB, dan storage 256 GB untuk mendukung performa sehari-hari.

Di sektor kamera, Motorola menempatkan sensor utama 50 MP dari Sony Lytia. Bodinya pun sudah mengantongi standar militer MIL-STD-810H, sehingga semakin memperkuat kesan tangguh yang dibawa perangkat ini.

Infinix Hot 60 Pro juga tampil cukup lengkap di kelasnya. Ponsel ini membawa baterai 5.160 mAh, pengisian cepat 45W, NFC, fingerprint di bawah layar, dan sertifikasi IP64.

Pilihan lain yang tetap kompetitif

Tecno Spark 40 Pro ikut meramaikan persaingan dengan bodi setipis 6,6 mm dan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K. Di dalamnya ada Helio G1 Ultimate, RAM 8 GB, serta kamera utama 50 MP.

Meski begitu, perangkat ini belum memiliki OIS atau EIS untuk video 1080p 60 FPS. Artinya, Tecno lebih menonjol pada desain dan layar ketimbang kemampuan perekaman yang paling lengkap.

Redmi Note 13 5G juga masih layak diperhitungkan di kelas ini. Ponsel tersebut membawa Dimensity 6080 5G, RAM 8 GB LPDDR4X, storage 256 GB UFS 2.2, layar AMOLED 120Hz, dan perlindungan Gorilla Glass 5.

Tetap saja, ada batasan yang perlu dicatat pada model itu. Speaker masih mono dan dukungan sistem operasinya disebut mentok di Android 15.

Harga yang belum banyak bergerak di tengah pasar naik

Menariknya, semua perangkat ini masih berada di kisaran Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan. Infinix Hot 60 Pro, Tecno Spark 40 Pro, dan Motorola G57 Power sama-sama ditawarkan di sekitar Rp2,5 jutaan.

Redmi Note 15 4G dan Infinix Hot 60 Pro Plus berada di rentang Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan. Redmi Note 13 5G dipatok sekitar Rp2,6 jutaan, sehingga tetap berada di barisan yang sama meski membawa spesifikasi yang tidak kalah padat.

Di saat harga komponen global, terutama RAM dan chipset, ikut mendorong naiknya banderol banyak ponsel, kombinasi layar lengkung, refresh rate 144Hz, dan baterai 7.000 mAh membuat kelas Rp2 jutaan terasa jauh lebih agresif. Kondisi ini membuat pilihan di segmen tersebut terlihat semakin sulit diabaikan oleh pembeli yang mencari nilai terbaik dari uang yang dibelanjakan.

Exit mobile version