Rosetta di Mac M1 Masih Jadi Penopang Aplikasi Intel, Tapi Masa Pakainya Terbatas

Bagi pengguna Mac berbasis Apple Silicon, persoalan terbesar saat masa transisi bukan hanya soal performa chip baru, tetapi juga apakah aplikasi lama masih bisa dibuka dengan lancar. Di titik inilah Rosetta 2 mengambil peran penting, karena lapisan ini memungkinkan banyak aplikasi berbasis Intel tetap berjalan di Mac M1 tanpa harus diubah oleh pengguna.

Rosetta 2 bekerja di belakang layar dan menerjemahkan instruksi aplikasi Intel agar bisa dipahami oleh sistem baru. Proses ini membuat pengguna tetap dapat memakai perangkat lunak yang masih bergantung pada arsitektur x86_64, seolah-olah program tersebut memang dibuat untuk chip Apple Silicon sejak awal.

Apple mendorong perpindahan ini dengan menonjolkan kemampuan Mac M1, termasuk CPU 8-core dan kecepatan pengolahan data yang diklaim hingga 3,5 kali lebih cepat. Namun, di balik dorongan menuju perangkat yang lebih kencang, Rosetta 2 menjadi penghubung agar perubahan arsitektur tidak memutus akses pengguna terhadap aplikasi kerja dan kebutuhan harian yang masih memakai kode lama.

Kompatibilitas yang berjalan otomatis

Salah satu daya tarik Rosetta 2 ada pada cara kerjanya yang nyaris tidak terasa oleh pengguna. Saat Mac mendeteksi aplikasi berbasis Intel, macOS akan langsung menangani proses penerjemahan yang dibutuhkan untuk menjalankannya.

Pada pembukaan pertama, sistem biasanya memerlukan sekitar 20 detik untuk menyelesaikan konversi awal. Hal semacam ini dapat terlihat ketika membuka aplikasi seperti Microsoft Office, lalu setelah tahap awal selesai, Rosetta terus aktif di latar belakang tanpa memerlukan pengaturan tambahan.

Dengan mekanisme itu, aplikasi lama tetap dapat digunakan secara normal di Mac baru. Bagi banyak pengguna, inilah yang membuat perpindahan dari Intel ke Apple Silicon terasa lebih mulus karena perangkat lunak yang sudah terpasang tidak langsung kehilangan fungsi.

Tidak semua aplikasi Intel bisa ditopang

Meski Rosetta 2 sangat membantu, fungsinya tidak berlaku untuk semua jenis perangkat lunak. Teknologi ini memang mampu menangani banyak instruksi kompleks, termasuk program yang memakai JIT compilers, sehingga sejumlah aplikasi lama masih bisa dipakai secara produktif.

Namun ada batas yang jelas pada dukungannya. Rosetta tidak mendukung kernel extensions dan juga tidak bisa dipakai untuk aplikasi Virtual Machine yang memvirtualisasikan platform x86_64.

Keterbatasan tersebut penting dipahami karena menunjukkan bahwa Rosetta bukan pengganti penuh untuk semua aplikasi Intel. Karena itu, kebutuhan tiap pengguna tetap bergantung pada jenis software yang digunakan sehari-hari.

Pemasangan yang sederhana saat pertama kali dibutuhkan

Rosetta 2 tidak perlu dicari dan dipasang secara manual sejak awal. Komponen ini akan muncul ketika Mac membutuhkannya untuk pertama kali, selama perangkat tersambung ke internet dengan stabil saat membuka aplikasi berbasis Intel.

Setelah itu, macOS akan menampilkan jendela pemberitahuan pemasangan. Pengguna cukup memilih tombol instal, lalu memasukkan nama pengguna dan kata sandi macOS untuk memberi izin.

Begitu proses selesai, aplikasi yang memerlukan Rosetta bisa langsung digunakan. Seluruh pengunduhan dan konfigurasi dilakukan otomatis oleh sistem, sehingga tidak ada langkah teknis yang rumit bagi pengguna umum.

Cara mengetahui aplikasi masih memakai Rosetta

Ada cara sederhana untuk memeriksa apakah sebuah aplikasi masih bergantung pada Rosetta 2. Pemeriksaan ini bisa dilakukan melalui Finder dengan memilih aplikasi yang ingin dicek, lalu menekan Command + I untuk membuka jendela Get Info.

Pada bagian Kind, keterangan Application (Intel) menandakan aplikasi tersebut membutuhkan Rosetta 2. Jika tertulis Application (Universal), aplikasi masih dapat memakai instruksi Intel lewat pengaturan tertentu, sedangkan Application (Apple Silicon) berarti aplikasi sudah berjalan secara native.

Informasi ini berguna saat pengguna ingin mengetahui aplikasi mana yang masih bergantung pada penerjemahan dan mana yang sudah siap penuh untuk chip Apple Silicon. Hasil pengecekan juga dapat menjadi pertimbangan untuk mencari versi Universal atau Apple Silicon dari software yang dipakai.

Dukungan yang perlahan menyempit

Walau masih disediakan, masa depan Rosetta 2 tidak berlangsung tanpa batas. Apple tetap mempertahankan dukungannya hingga peluncuran macOS 27, lalu cakupan penuh akan dibatasi pada macOS 28.

Setelah itu, fitur yang tersisa hanya akan dipertahankan dalam skala kecil untuk mendukung judul game lama yang masih bergantung pada framework Intel. Kondisi ini membuat pengguna dan pengembang perlu mulai menyiapkan perpindahan ke aplikasi versi Universal atau Apple Silicon.

Pembaruan pada plug-in, ekstensi, dan add-on juga ikut menjadi perhatian dalam fase ini. Semakin cepat ekosistem software menyesuaikan diri, semakin kecil risiko gangguan saat dukungan Rosetta 2 semakin terbatas di sistem berikutnya.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version