Sorotan terhadap Marc Marquez di MotoGP 2026 memang sedang mengeras, tetapi keluarga terdekatnya memilih memberi respons yang tegas. Roser Alenta, ibu Marc, menolak anggapan bahwa performa sang putra sudah menurun dan menyebut Marquez masih layak diperhitungkan di persaingan papan atas.
Penilaian itu muncul di tengah awal musim yang belum berjalan mulus bagi juara bertahan tersebut. Dalam empat seri pembuka, Marquez belum meraih kemenangan penuh, baru mengoleksi 57 poin, dan tertinggal 44 angka dari Marco Bezzecchi yang berada di puncak klasemen sementara.
Sprint race masih menunjukkan kekuatan Marquez
Jika hanya melihat hasil balapan utama, situasi Marquez memang belum ideal. Dari empat seri awal, hasil terbaiknya baru finis keempat di Brasil dan finis kelima di Amerika Serikat, sementara dua kali gagal finis ikut menahan laju poinnya.
Namun, gambaran berbeda terlihat saat sprint race. Marquez masih mampu tampil cepat dengan catatan dua kemenangan dan satu finis kedua, sehingga kecepatannya belum bisa dianggap hilang begitu saja.
Kondisi itu membuat banyak pihak menilai masalah utama Marquez bukan pada kecepatan murni, melainkan pada konsistensi di balapan panjang. Di sesi sprint, ia tetap bisa menekan rival-rivalnya, tetapi pada race utama poin yang hilang justru membuat posisinya tertahan.
Pembelaan dari sang ibu
Di tengah beragam kritik, Roser Alenta memilih bersuara untuk membela putranya. Ia menilai anggapan bahwa Marquez sudah habis terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta yang terlihat di lintasan.
“Dengar ya, Marc belum habis. Dia masih bersaing,” ujar Alenta.
Ucapan itu memperlihatkan bahwa keluarga Marquez masih yakin sang pebalap punya ruang besar untuk kembali ke performa terbaik. Bagi Alenta, penilaian terhadap Marquez tidak bisa hanya didasarkan pada beberapa hasil awal yang belum memuaskan.
Ia juga menilai para pengkritik terlalu cepat membangun narasi negatif. Menurutnya, Marquez tetap menjalankan tugasnya sebagai pebalap, sementara kesalahan di arena balap adalah hal yang bisa terjadi pada siapa pun.
“Orang-orang mengarang cerita, tapi dia melakukan apa yang harus dia lakukan. Bagaimana menurut Anda? Memangnya rival-rivalnya tidak akan membuat kesalahan?” tambahnya.
Cedera lama ikut memengaruhi sorotan
Performa Marquez di MotoGP 2026 juga tak lepas dari bayang-bayang cedera patah tulang yang pernah dialaminya di Sirkuit Mandalika. Riwayat cedera itu menjadi salah satu alasan mengapa sebagian pihak mengaitkan hasil kurang stabil dengan kondisi fisiknya.
Meski begitu, dari sudut pandang Alenta, penilaian semacam itu tidak seharusnya dibaca hanya dari hasil empat seri awal. Ia melihat Marquez masih menunjukkan etos kerja dan daya juang yang sama seperti sebelumnya.
Perbedaan antara balapan sprint dan balapan utama juga memberi petunjuk penting. Marquez masih kompetitif dalam sesi pendek, tetapi kehilangan poin besar di race panjang membuat situasinya belum aman di klasemen.
Le Mans jadi kesempatan berikutnya
Seri kelima MotoGP 2026 akan berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis, pada 8 hingga 10 Mei. Balapan ini bisa menjadi peluang penting bagi Marquez untuk memangkas jarak dengan para pesaing di atasnya.
Jika ia bisa menemukan kembali konsistensi di balapan utama, peluang untuk tetap bertahan dalam perebutan papan atas masih terbuka lebar. Untuk saat ini, hasil sprint menjadi alasan utama mengapa Marc Marquez belum bisa dicoret dari persaingan musim ini.





