Roma Gagal Menang Lagi, Penalti Antonio Arena Paksa Juventus Pulang Bawa Satu Poin

Satu poin memang belum cukup untuk mengangkat AS Roma keluar dari periode tanpa kemenangan, tetapi hasil imbang melawan Juventus setidaknya menunjukkan mereka masih mampu bertahan dalam laga besar. Di sisi lain, Juventus juga gagal memaksimalkan gol cepat yang mereka dapatkan hanya dalam 41 detik pertama pertandingan.

Pertemuan di Centro Sportivo 3 Fontane pada pekan ke-35 Primavera 1 itu berakhir 1-1. Skor tersebut mencerminkan duel yang berjalan ketat, dengan kedua tim sama-sama punya momen penting untuk membawa pulang kemenangan.

Juventus langsung membuat Roma tertekan sejak awal lewat gol Francesco Leone. Serangan cepat itu lahir dari umpan silang Makiobo yang diselesaikan Leone dari jarak dekat, membuat tuan rumah langsung tertinggal sebelum laga benar-benar berkembang.

Gol kilat tersebut memberi Juventus rasa percaya diri lebih besar dalam fase awal. Roma pun dipaksa segera mencari jalan keluar agar tidak kehilangan kendali pertandingan di hadapan pendukung sendiri.

Respons Roma datang melalui situasi penalti setelah Lulli dijatuhkan oleh Makiobo di kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, dan Antonio Arena mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor.

Arena menjalankan tugasnya dengan tenang. Arah tendangannya ke tengah gawang cukup untuk mengecoh Radu dan mengembalikan Roma ke dalam pertandingan.

Setelah skor kembali sama, irama laga berubah menjadi lebih terbuka. Roma dan Juventus sama-sama berusaha menambah ancaman, namun keduanya juga harus hati-hati karena satu kesalahan kecil bisa langsung mengubah hasil.

Babak kedua berjalan lebih intens

Selepas jeda, Roma mencoba menaikkan tempo dengan memasukkan Di Nunzio untuk menggantikan Panico. Pergantian itu diarahkan untuk menambah tenaga di lini serang serta mempercepat distribusi bola menuju area pertahanan Juventus.

Langkah tersebut sempat memberi dampak. Di Nunzio langsung mendapat peluang besar pada awal babak kedua, tetapi Radu tampil sigap dan menutup ruang tembak dengan penyelamatan penting.

Juventus sendiri tidak hanya bertahan setelah kehilangan keunggulan. Pada fase akhir pertandingan, Verde sempat melepaskan percobaan ke arah gawang, namun Zelezny masih mampu menepisnya.

Momen itu menegaskan betapa tipis jarak kedua tim sepanjang laga. Roma punya kesempatan untuk membalikkan keadaan, sementara Juventus juga nyaris mengambil kembali keunggulan, tetapi tidak ada peluang yang benar-benar tuntas menjadi gol tambahan.

Hasil akhir 1-1 membuat Roma masih berada enam poin di belakang pemuncak klasemen Cesena. Namun, satu poin ini tidak mengakhiri rangkaian hasil tanpa kemenangan yang sudah mereka alami sejak 3 Maret.

Bagi Juventus, hasil tersebut juga belum cukup untuk memperbaiki posisi mereka dalam perebutan tiket playoff. Tim asuhan Simone Padoin masih membutuhkan konsistensi yang lebih baik agar peluang naik ke zona tersebut tetap terjaga.

Laga ini memperlihatkan dua sisi yang sama kuatnya. Roma masih bisa bereaksi setelah kebobolan cepat, sedangkan Juventus menunjukkan efektivitas di awal pertandingan tetapi gagal menjaga keunggulan sampai peluit akhir.

Exit mobile version