Sorotan terbesar dari kemenangan Aryna Sabalenka atas Naomi Osaka di Roland Garros bukan hanya skor akhir, melainkan selebrasi yang berubah menjadi tontonan tersendiri. Petenis Belarusia itu menari mengikuti lagu “Thriller” milik Michael Jackson di depan penonton setelah memastikan kemenangan dua set langsung 7-5, 6-3.
Aksi tersebut membuat malam di Chatrier terasa berbeda. Sabalenka mengubah momen usai pertandingan menjadi interaksi langsung dengan publik yang memenuhi stadion, dan hasilnya langsung mencuri perhatian.
Permintaan itu datang dari Fabrice Santoro yang meminta Sabalenka menampilkan tarian kemenangan di hadapan penonton. Saat masih berdiri di lapangan, Sabalenka sempat bertanya, “Di sini?”, sebelum akhirnya setuju dengan satu syarat, yakni semua orang di stadion ikut menari juga.
Setelah itu, musik “Thriller” diputar di stadion. Sabalenka pun membuka dengan gerakan pemanasan ringan, lalu tertawa dan menirukan koreografi ikonik dari video klip lagu tersebut.
Sorak-sorai penonton mengiringi setiap gerakannya. Ia kemudian menutup selebrasi dengan moonwalk atas permintaan Santoro, menjadikan momen itu sebagai salah satu adegan paling menonjol pada malam pertamanya di Chatrier.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, Sabalenka menyebut moonwalk di Chatrier terasa tepat untuk pertandingan malam pertamanya di @rolandgarros. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Paris dan menegaskan bahwa dirinya menantikan laga perempat final.
Kemenangan atas Osaka juga memperpanjang catatan positif Sabalenka dalam pertemuan mereka. Keduanya sama-sama pemegang empat gelar Grand Slam, tetapi hasil di Roland Garros membuat Osaka menelan tiga kekalahan beruntun dari Sabalenka sepanjang 2026.
Meski kembali kalah, Osaka menunjukkan sikap yang lebih legawa. Ia menyadari bahwa hasil pertandingan tidak penting sama sekali, tetapi tetap ingin berusaha sebaik mungkin di setiap laga.
Osaka juga menegaskan bahwa dirinya tidak boleh berkecil hati setiap kali menang atau kalah melawan lawan tertentu. Baginya, terus memukul bola dan berjuang di lapangan adalah hal yang paling utama saat ini.
Di luar hasil pertandingan, Sabalenka juga sempat menjadi bahan pembicaraan pada akhir Mei karena tampil dengan perhiasan berlian dan batu garnet seberat 200 karat pada babak pertama French Open. Aksinya itu memicu kritik dari sebagian pihak yang menilai penampilan tersebut bertolak belakang dengan tuntutan kenaikan hadiah uang dari para petenis.
Sabalenka membantah keras tudingan itu. Ia menegaskan bahwa perjuangan soal hadiah uang ditujukan bagi pemain berperingkat lebih rendah yang benar-benar kesulitan bertahan di dunia tenis, bukan untuk dirinya pribadi.
Source: mediaindonesia.com




