Pencarian lorong tersembunyi di Mars mulai diarahkan ke strategi yang jauh lebih kecil, ringan, dan lincah. Para ilmuwan kini melirik robot berbentuk roly-poly yang membawa ribuan drone mini untuk menjelajahi tabung lava dari dalam, bukan mengandalkan kendaraan besar di permukaan.
Langkah itu muncul karena bawah permukaan Mars menyimpan jaringan terowongan lava yang sangat luas. Salah satu sistem yang sudah ditemukan disebut membentang lebih dari 746 mil, atau sekitar 1.200 kilometer, sementara salah satu tabung lavanya diperkirakan memiliki ukuran lebih dari 820 kaki, atau sekitar 250 meter.
Ruang sempit yang sulit dijangkau rover
Eksplorasi Mars selama ini sangat bergantung pada rover seperti Curiosity dan Perseverance. Namun, kendaraan sebesar bus sekolah itu tidak cocok untuk masuk ke tabung lava yang sempit dan terlindung di bawah permukaan.
Mostafa Hassanalian, associate professor di New Mexico Tech, menilai pendekatan itu memang mentok pada ukuran. Ia melihat solusi yang lebih kecil dan meniru alam sebagai pilihan yang lebih masuk akal untuk menembus ruang yang tidak bisa dimasuki rover.
Masalah lain datang dari kondisi Mars yang keras. Angin di sana dapat mencapai 60 mil per jam, atau 97 kilometer per jam, dan bahkan pernah dilaporkan merusak bagian dari rover Curiosity.
Robot roly-poly dan ribuan drone dandelion
Gagasan yang sedang dibidik tim peneliti memakai biomimikri, yaitu desain robot yang meniru cara kerja alam. Hassanalian menyebut biomimikri paling efisien saat diterapkan dalam skala kecil.
Sistem ini diawali dengan robot roly-poly yang terinspirasi dari pillbug. Robot itu dirancang untuk dijatuhkan melalui lubang di atap gua, lalu turun ke lantai gua dengan bantuan parasut.
Di dalam tubuh robot tersebut akan tersimpan ribuan drone kecil yang disebut dandelion drones. Setelah mencapai dasar, robot akan melepaskan semua drone agar terbawa angin dan menyebar ke berbagai arah di dalam terowongan.
Cara bekerja di dalam tabung lava
Para peneliti memperkirakan lubang-lubang di langit-langit gua dapat menjaga sirkulasi udara tetap kuat. Jika angin melemah, robot ini juga dibekali kipas bertenaga tinggi sebagai cadangan.
Karena sinar matahari tidak bisa masuk ke dalam gua, panel surya tidak dapat dipakai. Drone dirancang menggunakan piezoelectricity dari polimer fleksibel yang menghasilkan muatan listrik untuk mendukung kerja perangkat.
Warna juga disesuaikan dengan kondisi alam. Karena biji yang terbawa angin di alam cenderung putih untuk memantulkan cahaya dan tetap lebih dingin, drone itu juga akan dicat putih agar dapat melaju lebih jauh.
Setelah terbang, dandelion drones akan mengirim data lewat sinyal radio. Mereka akan mengukur kelembapan dan suhu, lalu membantu menyusun peta menyeluruh dari sistem terowongan.
Mengapa bawah permukaan Mars menarik perhatian
Fokus pada gua Mars tidak hanya soal menjangkau ruang yang belum dipetakan. Pengukuran suhu dari lubang vulkanik menunjukkan bahwa suhu bagian dalam tidak berubah sedrastis permukaan, sehingga memunculkan harapan bahwa manusia suatu hari bisa menjelajahnya.
Bagian bawah tanah juga dipandang sebagai tempat yang lebih terlindungi. Para ilmuwan menilai mungkin ada kehidupan Mars yang bertahan di lingkungan semacam itu.
Salah satu wilayah yang paling menarik perhatian adalah Arsia Mons, gunung berapi perisai di kawasan Tharsis. Di sana, NASA melihat lubang-lubang akibat runtuhnya langit-langit vulkanik yang membuka skylight dan memperlihatkan jaringan terowongan besar di bawahnya.
Persaingan menuju lava tube Mars
Upaya menjelajahi tabung lava Mars tidak hanya datang dari satu tim. Sejak 2023, sekelompok ilmuwan Eropa yang dipimpin Space Robotics Laboratory di University of Malaga telah menjatuhkan robot ke tabung lava di pulau Lanzarote, Spanyol, untuk memetakan sistem gua sebagai persiapan misi Mars.
NASA juga menaruh perhatian besar pada wilayah bawah permukaan Mars. Badan antariksa itu telah melakukan 72 penerbangan dengan Ingenuity Mars Helicopter di permukaan planet, meski drone tersebut tidak pernah sempat masuk ke tabung lava sebelum berakhir pada 2024.
Wilayah Tharsis sendiri disebut seukuran planet katai Ceres. Pembentukannya diduga membuat Mars miring sekitar 20 derajat, meski penyebab pastinya masih diperdebatkan dan mencakup kemungkinan tabrakan besar pada masa awal Mars atau plume mantel yang tidak stabil.
Rencana drone untuk menjelajahi Mars masih terus berkembang, dan perhatian juga mengarah ke gua-gua potensial di Titan, bulan terbesar Saturnus. Jika misi manusia ke Mars baru mungkin terjadi paling cepat pada 2030-an, sistem robot kecil seperti ini bisa menjadi alat penting untuk membuka jalan ke bawah permukaan planet merah.





