Risiko Global Dinilai Rendah, WHO Tetap Awasi 6 Kasus Hantavirus di MV Hondius

Perhatian terhadap MV Hondius kini tertuju pada satu hal yang paling penting: pola penularan virus Andes yang membuat kasus hantavirus di kapal itu dipantau ketat. WHO telah mengonfirmasi enam kasus hantavirus di kapal pesiar mewah tersebut, disertai delapan kasus suspek dan tiga kematian.

Meski angka itu mengkhawatirkan, WHO menilai risiko wabah ini terhadap populasi dunia masih rendah. Badan kesehatan PBB itu juga menegaskan situasi di MV Hondius tidak sebanding dengan awal pandemi Covid-19.

Virus Andes dan cara penyebarannya

Seluruh kasus yang sudah terverifikasi secara laboratorium disebut disebabkan oleh virus Andes. Strain ini dikenal dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan intim.

Karakter itu membuat ancamannya berbeda dari virus pernapasan yang bisa menyebar cepat lewat udara. Karena itu, WHO menilai potensi penularan global pada kejadian ini lebih terbatas.

Namun, status risiko rendah tidak berarti pengawasan bisa dilonggarkan. Otoritas kesehatan belum menutup kemungkinan munculnya laporan baru di kemudian hari.

Mengapa pemantauan masih berlanjut

Salah satu alasan utama adalah masa inkubasi penyakit ini yang dapat mencapai enam pekan. Artinya, kasus tambahan masih mungkin terdeteksi dalam waktu berikutnya.

Kondisi itu membuat investigasi kesehatan di atas kapal berjalan lebih panjang dari yang terlihat di permukaan. Keterlambatan gejala juga dapat membuat pelacakan kasus tidak selesai dalam waktu singkat.

MV Hondius menjadi sorotan bukan hanya karena ada kasus yang sudah pasti, tetapi juga karena masih ada ruang bagi temuan baru selama perjalanan berlangsung. Dalam situasi tertutup seperti kapal, kombinasi kasus terkonfirmasi, kasus suspek, dan riwayat pergerakan penumpang menjadi perhatian khusus.

Kapal, penumpang, dan perjalanan yang sedang berjalan

MV Hondius dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions, perusahaan pelayaran ekspedisi asal Belanda. Menurut keterangan yang dikutip BBC, kapal itu membawa 114 penumpang dan 61 awak kapal dari 22 negara.

Oceanwide Expeditions juga menyampaikan bahwa hanya 32 penumpang yang tercatat turun di Pulau St Helena pada Jumat, 24 April 2026. Sebelumnya, sekitar 150 penumpang dan awak kapal dari 28 negara disebut berada di atas kapal sebelum sebagian di antaranya turun di pulau tersebut.

Skala pergerakan orang di kapal ini membuat pemantauan kesehatan menjadi penting. Banyaknya kewarganegaraan yang terlibat menambah kompleksitas pengawasan di tengah investigasi wabah.

Sorotan tetap tertuju pada MV Hondius

Kapal tersebut memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Tujuan akhirnya dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Selama perjalanan itu masih berlangsung, perhatian terhadap perkembangan kasus kemungkinan tetap tinggi. Bagi WHO, situasinya serius untuk orang-orang yang terpapar langsung di kapal, tetapi belum menunjukkan ancaman yang sama bagi populasi dunia secara luas.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version