Di tengah persaingan industri otomotif yang makin padat, Chery Group memilih cara yang sangat terlihat untuk menunjukkan jangkauannya. Ribuan tamu dikumpulkan ke Wuhu dalam sebuah rangkaian acara besar yang tidak hanya menonjolkan bisnis, tetapi juga kekuatan jejaring yang mereka bangun.
Skalanya membuat agenda itu jauh dari acara otomotif biasa. Dari media, KOL, KOC, jaringan dealer, suplier, hingga tamu dari berbagai negara, semua dipertemukan dalam satu kegiatan yang tersusun rapat dan berlangsung dalam suasana meriah.
Ribuan tamu bergerak serentak ke Wuhu
Lebih dari 2.500 tamu undangan diberangkatkan dari Beijing menuju Wuhu menggunakan kereta cepat. Chery Group bahkan menyiapkan akses khusus di Gate 10 stasiun kereta cepat Beijing, lengkap dengan 10 gerbong yang dikhususkan untuk rombongan tersebut.
Mark Yang selaku Country Director iCAR Indonesia menyebut undangan datang dari 30 negara. Wilayah asal para tamu mencakup Asia, Afrika, Eropa, Timur Tengah, hingga Australia.
Ada juga informasi lain yang menyebut jumlah undangan mencapai sekitar 4.000 orang. Perbedaan angka itu justru memperlihatkan betapa luasnya skala acara yang digelar Chery Group.
Setibanya di Wuhu, puluhan bus sudah disiapkan untuk menjemput para tamu. Mereka kemudian ditempatkan di sejumlah hotel sebelum mengikuti agenda utama Chery Global Business Partners Summit.
Wuhu dijadikan pusat jejaring bisnis global
Agenda utama itu dikemas sebagai International Business Summit dan digelar di balairung raksasa yang penuh sesak. Setelahnya, rangkaian acara berlanjut dengan Chery Music Festival dan pesta kembang api sebagai penutup selama enam hari.
Bentuk acara seperti ini menunjukkan bahwa Chery tidak sekadar memperkenalkan produk. Perusahaan juga menata ruang untuk merawat hubungan dengan seluruh ekosistem bisnisnya, mulai dari pemasok hingga pihak yang berinteraksi langsung dengan merek.
Mark Yang menyebut acara serupa memang rutin digelar dua kali setahun. Namun kali ini jumlah peserta jauh lebih besar karena melibatkan KOL, KOC, jaringan suplai, dan berbagai kelompok lain.
Di tengah agenda yang padat, Chery terlihat berusaha menyatukan mitra bisnis, media, dan komunitas dalam satu ruang komunikasi. Pendekatan itu memperlihatkan upaya menjaga relasi dari hulu ke hilir dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Pesan di balik skala acara
Gelaran sebesar itu memunculkan pesan yang cukup jelas tentang arah Chery Group. Dari susunan acara dan jumlah undangan, perusahaan tampak ingin menunjukkan keseriusan mereka di pasar yang mereka masuki.
President Chery International Zhang Guibing menyebut para tamu sebagai keluarga Chery Group. Ungkapan itu memperkuat citra bahwa Chery ingin tampil sebagai jaringan besar yang saling bersinergi, bukan sekadar kumpulan mitra bisnis.
Di sela suasana makan sore bersama ribuan orang, muncul pula tafsir bahwa acara itu memperlihatkan kekuatan Chery di hadapan pesaing dari Jepang, Eropa, dan negara lain. Saat pertanyaan itu diajukan, Mark Yang hanya tersenyum tanpa memberi jawaban langsung.
Nuansa perayaan ikut mempertegas pesan tersebut. Festival musik, sajian seni tradisional Cina oleh ratusan penampil, serta makanan dan minuman gratis di tengah cuaca sekitar 11 derajat Celcius membuat pertemuan bisnis itu terasa seperti ajang pengikat banyak kepentingan dalam satu panggung.
Ekosistem merek yang terus melebar
Di Indonesia, Chery Group membawahi empat brand, yaitu Chery, Jaecoo, Omoda, iCAR, dan Lepas. Secara internasional, portofolio di bawah naungan Chery juga mencakup Jetour, Karry, Luxeed, Exeed, Kaiyi, dan Exlantic.
Selain itu masih ada strategic partner, joint ventures, dan subsidiarinya. Skala tersebut membuat pertemuan ribuan orang di Wuhu terlihat sebagai bagian dari strategi yang lebih besar untuk merangkul seluruh ekosistem otomotif yang terhubung.
Source: carvaganza.com