Kesepakatan antara Pemprov Jawa Timur dan serikat buruh menjadi sorotan utama dalam peringatan May Day di Surabaya. Di tengah aksi ribuan pekerja, pemerintah provinsi langsung merespons sejumlah tuntutan dengan langkah yang disebut memberi angin segar bagi kalangan buruh.
Momentum itu muncul saat massa buruh tiba di Jalan Pahlawan sekitar pukul 15.03 WIB setelah melakukan long march dari titik kumpul di depan BG Junction Mall, Jalan Babatan. Mereka datang membawa bendera merah putih dan mengenakan seragam serikat masing-masing, lalu bergerak menuju depan Kantor Gubernur Jawa Timur dengan tertib.
Di lokasi aksi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak naik ke panggung dan menyapa para buruh. Khofifah kemudian menegaskan bahwa kesepakatan sudah ditandatangani bersama serikat buruh dan serikat pekerja se-Jawa Timur.
Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah rencana insentif May Day berupa keringanan pajak kendaraan bermotor roda 2 sebesar 20 persen. Kebijakan itu ditujukan bagi wajib pajak pekerja atau buruh anggota serikat dengan nilai pajak di bawah Rp 500 ribu untuk masa pajak tahun 2025 ke bawah.
Selain insentif tersebut, Pemprov Jatim juga akan segera menyelesaikan penyusunan Raperda tentang Sistem Jaminan Pesangon di Jawa Timur. Setelah rampung, draf aturan itu akan dibahas bersama DPRD Provinsi Jawa Timur.
Langkah lain yang ikut disepakati menyangkut penyusunan Rapergub tentang optimalisasi penyelenggaraan jaminan sosial pekerja atau buruh. Aturan ini juga memuat tata cara pemberian dan pencabutan sanksi administratif berupa tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu bagi pemberi kerja selain penyelenggara negara.
Pemprov Jatim dan serikat pekerja juga menyusun langkah bersama untuk merespons kebutuhan pekerja yang disuarakan dalam peringatan May Day tahun ini. Arah pembahasan itu menunjukkan bahwa perlindungan dan kesejahteraan buruh tetap menjadi fokus utama di tingkat daerah.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada serikat buruh dan serikat pekerja se-Jawa Timur atas kontribusi mereka dalam membangun daerah. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa dialog antara pemerintah dan buruh berlangsung terbuka sepanjang aksi.
Peringatan May Day di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berjalan kondusif hingga kesepakatan diumumkan. Kehadiran ribuan buruh di pusat pemerintahan provinsi pun tidak memicu gangguan berarti.
Bagi para pekerja, aksi kali ini tidak hanya menjadi ruang menyampaikan aspirasi. Di Surabaya, peringatan May Day justru menghasilkan paket kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan mereka.
Source: www.jawapos.com