Renault R4 Dibuat Lebih Liar, Konsep Pantainya Cuma Dipamerkan di Roland-Garros

Renault memilih jalur yang tidak biasa untuk R4 E-Tech dengan mengubahnya menjadi JP4x4, sebuah konsep yang lebih mirip buggy pantai ketimbang hatchback retro. Mobil ini juga diberi sentuhan pickup kecil, sehingga tampilannya langsung keluar dari pakem R4 produksi yang selama ini dikenal lebih praktis dan tertutup.

Yang membuat proyek ini semakin menarik adalah statusnya yang memang sejak awal tidak diarahkan ke produksi massal. Renault menempatkan JP4x4 sebagai mobil pameran untuk Roland-Garros French Open, sehingga fokusnya ada pada ekspresi desain dan gaya hidup, bukan pada pasar komersial.

Terinspirasi dari R4 lawas

Arah desain JP4x4 tidak muncul dari ruang kosong. Renault mengambil napas dari dua varian R4 klasik, yaitu Plein Air tahun 1969 dan JP4 tahun 1981.

Nama JP4x4 sendiri berasal dari istilah Prancis Journée à la Plage, yang berarti “sehari di pantai”. Jiwa itu terlihat jelas dari pendekatan bodi yang dibuat jauh lebih bebas dan santai.

Bentuknya dibuat terbuka dan rekreatif

Renault menghapus layout lima pintu pada model produksi dan menggantinya dengan sepasang half-door. Tidak ada jendela samping dan juga tidak ada kanvas atap, sehingga karakter terbuka mobil ini terasa sangat dominan.

Pendekatan itu membuat JP4x4 lebih dekat ke buggy daripada crossover. Aura musim panasnya sengaja diperkuat agar cocok dengan tema pantai dan kegiatan rekreasi.

Atap, kargo, dan detail gaya hidup

Di bagian atas, Renault merancang ulang struktur atap dengan elemen berbentuk X. Komponen ini disiapkan untuk membawa papan selancar, sementara area belakang dibuat terbuka dengan tailgate lipat agar muatan lebih mudah diakses.

Sisi belakangnya juga menampilkan dua skateboard sebagai bagian dari tema gaya hidup pantai. Seluruh detail itu mempertegas bahwa JP4x4 diposisikan sebagai konsep rekreasi, bukan kendaraan keluarga biasa.

Warna Emerald Green dipadukan dengan interior oranye cerah. Kombinasi ini membuat tampilannya jauh lebih ekspresif dibanding R4 standar dan memberi kesan seperti mobil konsep yang bermain di wilayah gaya hidup.

Kabin dibuat lebih eksperimental

Di dalam kabin, Renault memasang kursi bergaya “Egyptian mummy” yang menjadi salah satu elemen paling mencolok. Kursi tersebut memiliki sandaran kepala terintegrasi dan lapisan campuran kain yang memberi nuansa berbeda dari produk massal.

Dasbor dan kokpit digital masih mengacu pada R4 E-Tech produksi. Namun Renault menambahkan pegangan di sisi penumpang serta konsol tengah melayang agar kabin terasa lebih khas sebagai mobil konsep.

Sasis dan penggerak ikut disesuaikan

JP4x4 memakai sistem dua motor untuk penggerak semua roda, sama seperti R4 Savane 4×4 concept yang pernah diperkenalkan sebelumnya. Bedanya, konfigurasi AWD itu belum ditawarkan pada R4 produksi.

Renault juga memberi penyesuaian pada sasis untuk penggunaan ringan di luar jalan mulus. Tinggi kendaraan naik 15 mm dibanding R4 standar, sedangkan jejak roda depan dan belakang melebar 10 mm per sisi.

Mobil ini menggunakan velg 18 inci dengan desain futuristis dan ban Goodyear UltraGrip Performance+. Renault tidak menyebut perubahan pada jarak sumbu roda 2.624 mm, sehingga bagian itu tampak tetap dipertahankan dari model asal.

Hanya untuk tampil di arena pameran

JP4x4 dipastikan tidak punya rencana masuk jalur produksi. Dengan status itu, konsep ini berfungsi sebagai pernyataan desain satu kali, bukan calon model baru untuk pasar.

Di Roland-Garros French Open, JP4x4 akan dipamerkan bersama R4, R5, dan Twingo E-Tech versi produksi. Bagi yang ingin nuansa terbuka pada R4 E-Tech, Renault sebenarnya sudah menawarkan varian Plein Sud dengan atap kanvas bermotor yang dibuka secara elektrik, dengan harga awal €37.290 atau $43.800.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version