Rempah Dapur Jadi Andalan Ayam Kampung, Bantu Stamina Dan Kurangi Risiko Sakit

Pemberian jamu dapur pada ayam kampung mulai banyak dipakai peternak sebagai cara sederhana untuk menjaga kondisi ternak tanpa harus selalu bergantung pada obat pabrikan. Racikan dari bahan yang mudah ditemukan di pasar atau dapur rumah ini dipakai untuk membantu stamina, memperbaiki daya tahan tubuh, dan menekan risiko penyakit pada unggas.

Pilihan ini juga dianggap lebih hemat untuk kebutuhan harian. Di lapangan, jamu alami kerap dijadikan langkah pencegahan agar angka kematian akibat penyakit bisa ditekan, terutama saat musim hujan dan pancaroba membuat serangan virus serta bakteri lebih mudah muncul.

Bahan rumahan yang mudah diracik

Sejumlah bahan yang umum dipakai antara lain jahe, kunyit, temulawak, kencur, bawang putih, daun sirih, gula merah, dan EM4. Seluruhnya bisa diolah menjadi jamu fermentasi maupun rebusan sederhana sesuai kebutuhan peternak.

Manfaatnya tidak hanya dicari ketika ayam terlihat lemah atau sakit. Penggunaan rutin disebut membantu menjaga kesehatan, memperlancar pencernaan, meningkatkan nafsu makan, dan mendukung pertumbuhan ayam agar lebih optimal.

Di bagian hasil ternak, jamu alami juga dikaitkan dengan daging yang tidak berbau anyir. Kotoran ayam pun disebut bisa menghasilkan bau gas amoniak yang lebih minim.

Khasiat tiap bahan yang sering dipakai

Jahe dikenal membantu menghangatkan tubuh ayam dan mendukung pencernaan serta pernapasan. Bahan ini juga sering digunakan untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh unggas.

Kunyit mengandung kurkumin yang disebut memiliki sifat anti-radang, anti-mikroba, anti-virus, anti-kolesterol, dan antioksidan. Badan Litbang Pertanian Kementan juga menyebut kunyit dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menggairahkan nafsu makan, dan membantu menghilangkan bau tak sedap di kandang.

Temulawak dipercaya membantu menaikkan nafsu makan dan menjadi sumber energi. Bahan ini juga dipakai untuk membantu mengatasi diare dan gangguan hati, serta mengandung kurkuminoid yang bersifat antioksidan.

Kencur biasanya dipadukan dengan rimpang lain untuk mendukung daya tahan tubuh ayam. Sementara itu, bawang putih dikenal sebagai antibiotik alami karena mengandung allisin, ajoene, dan flavonoid, serta disebut efektif mengobati cacingan pada ayam.

Daun sirih juga dipercaya berfungsi sebagai antibiotik alami. Gula merah dipakai sebagai sumber energi untuk stamina ayam sekaligus starter mikroba dalam fermentasi.

Racikan fermentasi yang banyak dipakai

Salah satu formula yang populer adalah jamu fermentasi untuk daya tahan tubuh ayam. Komposisinya terdiri dari 20 gram jahe, 20 gram kunyit, 20 gram bawang putih, 20 gram temulawak, 20 gram kencur, 100 gram gula merah, 3 tutup botol EM4, dan 1 liter air bersih.

Peternak yang ingin menambah bahan dapat memasukkan 1 kilogram mengkudu sebagai opsi. Semua rempah dicuci bersih, lalu dihaluskan dengan blender atau ditumbuk sampai lembut.

Gula merah direbus sampai larut, lalu dicampurkan ke rempah yang sudah halus. Setelah itu EM4 dimasukkan dan seluruh adonan diaduk merata.

Campuran kemudian dimasukkan ke botol atau wadah fermentasi yang bersih. Air ditambahkan hingga volumenya sekitar 1 liter, lalu wadah ditutup rapat dan disimpan di tempat teduh tanpa sinar matahari langsung minimal 24 jam.

Sesudah proses fermentasi selesai, jamu bisa diberikan secara berkala. Racikan ini ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam kampung.

Pilihan rebusan untuk proses yang lebih cepat

Bagi peternak yang ingin cara lebih praktis, jamu rebusan sederhana bisa menjadi alternatif. Bahan yang digunakan ialah 2 ruas jahe, 1 ruas kunyit sebesar ibu jari, 2 butir bawang putih, ½ butir gula merah, dan 1½ liter air.

Bahan opsionalnya adalah 3 lembar daun sirih, atau bisa diganti 4 lembar daun jeruk nipis jika tidak tersedia. Semua bahan dicuci, dihaluskan, lalu dimasukkan ke panci bersama sisa air dan gula merah.

Campuran direbus hingga mendidih sambil sesekali diaduk sampai gula larut dan aroma rempah keluar. Setelah matang, larutan didiamkan hingga dingin pada suhu ruang lalu disimpan di botol bersih.

Jamu rebusan ini dapat disimpan di kulkas agar lebih awet dan dipakai beberapa kali. Racikan tersebut dipakai untuk membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh ayam kampung dalam pemeliharaan harian.

Aturan pemberian agar tetap efektif

Pemberian jamu bisa dilakukan lewat air minum atau dicampurkan ke pakan. Untuk air minum, dosis yang digunakan adalah ½ liter jamu untuk 5 liter air, atau 1 hingga 1,5 cc jamu per liter air minum.

Jika dicampurkan ke pakan dedak, takarannya memakai dosis yang sama. Khusus perasan kunyit, takaran yang disebut adalah sekitar 3 cc untuk setiap 100 gram pakan ayam.

Frekuensi pemberian umumnya 2 kali seminggu pada ayam sehat sebagai langkah pencegahan. Ada juga anjuran 2 sampai 3 kali seminggu, termasuk sejak masa anak ayam hingga indukan agar kesehatan unggas tetap terjaga.

Daya tahan jamu ternak unggas disebut bisa mencapai dua minggu. Agar mutu dan kualitasnya tetap optimal, sisa jamu yang belum terpakai disarankan disimpan di dalam kulkas.

Baca Juga

Back to top button