Debut Muhammad Kiandra Ramadhipa di Moto3 Junior World Championship langsung meninggalkan jejak kuat. Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu pulang dari Circuit de Barcelona-Catalunya dengan 26 poin, podium perdana, dan posisi kedua klasemen sementara.
Hasil itu lahir dari akhir pekan yang tidak sederhana, tetapi justru menunjukkan ketenangan Ramadhipa saat bersaing di kelompok terdepan. Bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team, pebalap asal Sleman, Yogyakarta, tersebut mampu menjaga peluang sejak sesi awal hingga balapan berakhir.
Start kuat sejak kualifikasi
Ramadhipa membuka akhir pekan dengan modal yang penting, yaitu posisi start dari baris depan. Ia tampil kuat di kualifikasi dan mengamankan grid ketiga untuk race 1.
Bekal itu membuatnya langsung masuk ke pertarungan depan saat balapan digelar. Kondisi lintasan saat itu juga tidak ringan karena suhu mendekati 40 derajat Celcius.
Dalam race 1, pebalap bernomor #32 itu beberapa kali saling berganti posisi dengan para rivalnya di rombongan terdepan. Ia bahkan sempat memimpin di lap terakhir sebelum finis kelima, hanya terpaut 0,144 detik dari pemenang.
Perubahan hasil kemudian terjadi setelah ada penalti untuk pebalap lain. Ramadhipa pun naik ke posisi ketiga dan mengamankan podium perdananya di ajang tersebut.
Race 2 tetap kompetitif
Tantangan tidak mereda saat memasuki race 2. Temperatur lintasan bahkan mendekati 50 derajat Celcius, sehingga balapan berjalan dalam kondisi yang jauh lebih ekstrem.
Meski sempat tercecer di tengah padatnya persaingan grup depan, Ramadhipa tetap menjaga ritme balapnya. Ia akhirnya menutup race 2 di posisi keenam dengan selisih kurang dari 0,3 detik dari pemenang.
Hasil itu menegaskan bahwa dirinya masih sanggup bertahan di barisan terdepan meski kondisi lintasan jauh lebih berat. Untuk pebalap berusia 16 tahun tersebut, dua hasil finis itu menjadi awal yang sangat menjanjikan.
Langsung naik ke posisi dua dunia
Kombinasi finis ketiga dan keenam membuat Ramadhipa mengumpulkan total 26 poin. Raihan itu langsung menempatkannya di posisi kedua klasemen sementara Moto3 Junior World Championship.
Catatan tersebut juga membuatnya tercatat sebagai pebalap Indonesia dengan debut terbaik di ajang yang sebelumnya dikenal sebagai JuniorGP atau CEV Moto3. Dari satu akhir pekan, ia bukan hanya membawa pulang podium, tetapi juga posisi klasemen yang sangat kompetitif.
Ramadhipa menilai awal akhir pekan tidak mudah, tetapi performanya terus membaik dari sesi ke sesi. Ia juga mengakui hasil kualifikasi sangat membantu karena memberinya kesempatan start dari barisan depan.
Dalam race 1, ia berusaha menjaga ban sebaik mungkin karena balapan itu menjadi pengalaman Moto3 pertamanya. Sementara pada race 2, ia kembali bertarung untuk kemenangan dan melihat banyak hal positif dari debut tersebut.
Dukungan pembinaan dan target berikutnya
Pencapaian di Barcelona ikut mendapat apresiasi dari AHM. General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai hasil itu menjadi bukti konsistensi pembinaan balap berjenjang yang dijalankan Astra Honda.
Andy juga menyebut hasil Ramadhipa menunjukkan pebalap muda Indonesia bisa bersaing di level internasional. Ia menegaskan AHM akan terus berupaya melahirkan pebalap muda potensial agar bisa mengibarkan Merah Putih di ajang bergengsi dunia.
Setelah Barcelona, perhatian Ramadhipa kini tertuju ke seri berikutnya di Circuito do Estoril, Portugal, pada 12-14 Juni mendatang. Modal dari debutnya di Spanyol menjadi bekal penting untuk menjaga momentumnya di putaran selanjutnya.