Di banyak kebun hortikultura, perhatian petani tidak lagi hanya tertuju pada pertumbuhan daun dan batang. Saat tanaman masuk fase generatif, campuran booster dari bahan dapur dan MKP mulai dilirik karena dinilai membantu bunga bertahan lebih baik dan tidak mudah rontok.
Kombinasi ini menarik karena bahan yang dipakai mudah ditemukan di rumah. Di sisi lain, MKP tetap menjadi penopang utama karena unsur fosfat dan kaliumnya memang dibutuhkan ketika tanaman mulai fokus membentuk bunga dan buah.
Peran tiap bahan dalam racikan
Racikan ini tidak hanya mengandalkan satu bahan, melainkan memadukan beberapa komponen dengan fungsi berbeda. Susu kental manis, misalnya, tidak diperlakukan sebagai pupuk murni, tetapi tetap dianggap punya kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang berguna sebagai pencegah jamur alami sekaligus disinfektan.
Larutan susu juga dikaitkan dengan daun yang lebih rendah risikonya terhadap penyakit jamur seperti embun tepung. Dalam penyemprotan, susu bahkan disebut dapat berfungsi sebagai pelekat alami untuk membawa pestisida.
Kecap manis ikut dimasukkan karena berasal dari kedelai hasil fermentasi. Kandungannya meliputi protein, asam amino, gula, garam, serta senyawa fermentasi yang mengandung enzim dan probiotik.
Bahan ini disebut dapat membantu memberi nutrisi instan, meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pembelahan sel, memperbaiki jaringan, dan memperkokoh struktur tanaman. Meski begitu, penggunaannya harus dibatasi karena kadar garamnya tinggi dan berpotensi memicu salinitas pada media tanam.
Micin dan MKP sebagai penguat fase generatif
MSG atau micin juga menjadi bagian dari formula. Kandungan nitrogen tinggi dan unsur mineral lain di dalamnya dikaitkan dengan meningkatnya kesehatan umum tanaman, kapasitas air dalam jaringan, serta dukungan nutrisi bagi bakal bunga agar tidak mudah rontok.
Bahan ini juga disebut membantu tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Karena itu, micin diposisikan sebagai pendukung, bukan bahan utama, dalam rangkaian booster ini.
Komponen terpenting tetap ada pada MKP atau Mono Kalium Phosphate. Pupuk ini berbentuk kristal dan sangat larut dalam air, dengan kandungan fosfat 52 persen serta kalium 34 persen.
Fosfat berperan merangsang pertumbuhan akar dan memicu munculnya jaringan bunga. Sementara itu, kalium membantu menguatkan batang, mencegah kerontokan, serta memperbesar dan mempercepat pematangan buah maupun umbi.
Cara meracik larutan induk
Pembuatan larutan induk membutuhkan wadah bersih dengan kapasitas minimal 2 liter. Air yang digunakan bisa berasal dari air sumur, air kolam, atau air hujan.
Ke dalam 2 liter air dimasukkan 1 sendok makan susu kental manis, lalu diaduk sampai larut. Setelah itu ditambahkan 1 sendok makan kecap manis, 1 sendok makan MSG, dan 1 sendok makan pupuk MKP Pak Tani, lalu diaduk lagi hingga homogen.
Campuran ini belum bisa langsung digunakan ke tanaman. Larutan perlu dipindahkan ke botol bekas yang bersih, ditutup rapat, lalu disimpan di tempat teduh selama 1 minggu atau 7 hari.
Selama proses itu, tutup botol harus dibuka setiap 2 hari sekali. Langkah ini dilakukan untuk melepaskan gas hasil aktivitas mikroba agar botol tidak menggembung atau meledak.
Aturan pengenceran dan dosis pakai
Setelah 7 hari, larutan induk siap digunakan dengan cara dikocor atau disiram ke perakaran. Karena konsentrasinya pekat, larutan wajib diencerkan terlebih dahulu dengan air bersih menggunakan rasio 1:10.
Artinya, 1 liter larutan induk dicampur dengan 10 liter air bersih sebelum diaplikasikan ke media tanam. Untuk tanaman kecil atau muda, dosis yang digunakan adalah 100 cc larutan encer per lubang tanam atau per pohon.
Untuk tanaman besar atau dewasa, dosisnya dinaikkan menjadi 500 cc per pohon. Pemupukan paling baik dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau pada sore hari agar akar tidak stres karena panas dan penguapan yang berlebihan.
Aplikasi rutin pada fase generatif disebut memberi hasil yang lebih baik pada tanaman yang diharapkan lebih lebat. Pada kondisi itu, bunga diharapkan tidak mudah rontok dan buah bisa berkembang lebih besar.





