PWM Jawa Tengah Gandeng UMPP Percepat SatuMu dan e-KTAM di Pekalongan Raya

PWM Jawa Tengah menempatkan perguruan tinggi sebagai ujung tombak percepatan digitalisasi organisasi Muhammadiyah di daerah. Dalam skema itu, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) dipercaya memegang peran penting untuk wilayah Karesidenan Pekalongan Raya.

Penunjukan tersebut menegaskan bahwa modernisasi manajemen tidak lagi berhenti pada level kebijakan. Muhammadiyah Jawa Tengah ingin proses itu berjalan sampai ke struktur paling bawah, termasuk melalui aktivasi SatuMu dan e-KTAM di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

UMPP didorong jadi pusat unggulan wilayah Pekalongan

UMPP ditetapkan sebagai Center of Excellence untuk kawasan Pekalongan Raya. Mandat ini membuat kampus tersebut tidak hanya menjadi peserta dalam agenda transformasi digital, tetapi juga menjadi penggerak pendampingan bagi PDM di wilayahnya.

Peran itu mencakup dukungan teknis, pelatihan, dan monitoring. Dengan fungsi tersebut, UMPP diharapkan membantu aktivasi Satu Data Muhammadiyah agar berjalan lebih terarah dan konsisten.

Dukungan PWM Jateng menitikberatkan pada kerja teknis

Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, menilai keterlibatan kampus besar merupakan langkah konkret untuk mempercepat penerapan IPTEK dalam pengelolaan organisasi. Ia menekankan bahwa penguatan Satu Data Muhammadiyah menjadi bagian krusial yang harus terus dikawal.

Dorongan itu sejalan dengan kebutuhan organisasi untuk memperkuat manajemen berbasis teknologi. PWM Jawa Tengah melihat pendampingan teknis sebagai cara agar perubahan digital benar-benar dirasakan sampai ke level PDM.

Masuk dalam jejaring sembilan kampus besar

UMPP tidak bergerak sendiri dalam program ini. Kampus tersebut bergabung dengan sembilan kampus besar lain di Jawa Tengah untuk mempercepat modernisasi manajemen organisasi sesuai amanat Muktamar ke-48.

Keterlibatan banyak perguruan tinggi ini menunjukkan pola kerja yang lebih terstruktur. Setiap kampus diposisikan sebagai mitra pendamping yang membantu organisasi menjalankan pembaruan sistem secara lebih efektif.

Dua perwakilan UMPP ambil bagian dalam bimtek di Salatiga

Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Maju, Profesional, dan Modern serta SatuMu di Hotel Grand Wahid, Salatiga, UMPP mengirim dua perwakilan utama, yaitu Usamah dan Imam Setiobudi. Keduanya disebut sebagai motor penggerak Center of Excellence wilayah Pekalongan.

Usamah menyatakan UMPP siap mengemban amanah tersebut dan bersinergi dengan PDM di Karesidenan Pekalongan Raya. Ia juga menyoroti perlunya dukungan penuh agar sistem satu data segera terwujud.

Kolaborasi kampus dan organisasi jadi perhatian utama

Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, menyambut baik keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam tata kelola organisasi. Menurut dia, di tengah kompetisi saat ini, penguasaan teknologi sudah menjadi kewajiban, bukan lagi pilihan.

Tafsir menilai organisasi tidak cukup hanya hadir, tetapi harus mampu bersaing. Karena itu, penguatan manajemen berbasis IPTEK perlu dimulai dari jajaran PDM dengan dukungan para pakar dari kampus sendiri.

Bimtek MPM dan SatuMu di Salatiga menjadi ruang konsolidasi untuk memperjelas pembagian peran itu. Dari sana, UMPP diposisikan sebagai pusat unggulan yang diharapkan mempercepat penguatan sistem digital Muhammadiyah di kawasan Pekalongan Raya.

Source: suaraaisyiyah.id
Exit mobile version