Puncak Kembali Padat Saat Long Weekend, One Way Bisa Berubah Sewaktu-waktu dan Jam Macet Tak Bisa Diabaikan

Lonjakan kendaraan di Jalur Puncak membuat pengendara tidak cukup hanya mengandalkan jam keberangkatan. Yang lebih penting hari ini adalah membaca situasi lapangan, karena arah one way di kawasan itu dapat berubah cepat mengikuti kepadatan yang sedang terjadi.

Kondisi itu terasa makin krusial saat long weekend mendorong lebih banyak wisatawan bergerak ke Bogor dan sekitarnya. Arus dari Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi pun ikut menekan koridor menuju kawasan wisata, sehingga pengaturan lalu lintas tidak berjalan kaku.

Acuan yang beredar menunjukkan one way menuju Puncak diprioritaskan pada pukul 06.00–11.30 WIB. Setelah itu, arus menuju Jakarta diprioritaskan pada pukul 12.00–18.00 WIB, tetapi durasi ini tetap bergantung pada kondisi kendaraan di lapangan.

Artinya, jam yang sudah diketahui sejak awal tidak bisa dianggap sebagai patokan mutlak. Jika kepadatan belum turun, petugas dapat memperpanjang rekayasa arus agar penumpukan tidak merembet ke titik lain.

Kepadatan sudah muncul sejak pagi

Korlantas Polri mencatat volume kendaraan menuju kawasan wisata Puncak naik sekitar 18 persen dibandingkan akhir pekan biasa. Hingga Kamis siang, sekitar 10 ribu kendaraan dari arah Jakarta juga dilaporkan melintas melalui Gerbang Tol Ciawi menuju Jalur Puncak.

Data itu menunjukkan bahwa antrean tidak selalu menunggu siang atau sore. Sejak pagi, jalur dari bawah sudah menerima arus besar yang bergerak ke kawasan wisata dan meningkatkan risiko perlambatan di titik-titik utama.

Titik yang perlu diwaspadai pengendara

Sejumlah lokasi tetap menjadi perhatian petugas karena kerap memicu hambatan arus. Simpang Gadog, Megamendung, Pasir Muncang, dan Pasar Cisarua termasuk titik yang disebut rawan padat.

Antrean di lokasi-lokasi tersebut biasanya muncul karena pertemuan arus, penurunan kecepatan, dan akses menuju destinasi wisata. Dalam kondisi seperti itu, one way menjadi alat utama untuk menjaga aliran kendaraan tetap bergerak.

Arah turun juga bisa menutup akses naik

Pada Kamis, 14 Mei 2026, kepadatan sempat membuat akses menuju Puncak ditutup sementara saat petugas memberlakukan one way prioritas turun menuju arah Gadog. Situasi semacam ini penting dicermati wisatawan yang berangkat di waktu berdekatan dengan pergantian arus.

Saat prioritas bergeser ke arah Jakarta, kendaraan dari bawah berpotensi tertahan di titik awal jalur. Perubahan bisa terjadi cepat ketika volume kendaraan dari kawasan wisata masih tinggi dan belum berkurang secara signifikan.

Aturan ganjil genap tidak diberlakukan

Selama periode long weekend 14–17 Mei 2026, aturan ganjil genap di Jalur Puncak dilaporkan tidak berlaku. Fokus pengaturan lalu lintas sepenuhnya berada pada one way yang diterapkan mengikuti kepadatan kendaraan di lapangan.

Meski begitu, pengendara tetap perlu memantau informasi terbaru sebelum berangkat. Kebijakan di Jalur Puncak dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arahan petugas dan kondisi arus di titik-titik rawan yang sedang padat.

Sentul ikut disiagakan

Selain Puncak, kawasan wisata Sentul juga menjadi perhatian karena berpotensi menjadi alternatif tujuan saat long weekend. Satlantas Polres Bogor menyiagakan personel di sejumlah jalur wisata, termasuk Sentul, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.

Dengan pola mobilitas yang meningkat di dua kawasan itu, wisatawan sebaiknya memberi ruang waktu tempuh lebih longgar. Pemantauan kondisi jalan sebelum masuk koridor Puncak menjadi langkah penting agar perjalanan tidak terjebak perubahan rekayasa lalu lintas yang muncul mendadak.

Source: moladin.com
Exit mobile version