Kerusakan ruas Cepu-Randublatung di Kabupaten Blora akhirnya memicu langkah darurat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Setelah warga menanam pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk protes, petugas langsung turun untuk menangani material yang dibawa ke lokasi agar jalur itu tidak semakin menghambat mobilitas.
Aksi warga tersebut memperlihatkan bahwa persoalan jalan di ruas itu sudah lama dirasakan. Keluhan yang menumpuk membuat protes simbolik berubah menjadi sorotan publik, sekaligus mendorong pemerintah daerah bergerak lebih cepat di lapangan.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan petugas memadatkan material yang diturunkan warga di lokasi. Menurut dia, langkah itu dilakukan supaya kondisi jalan tidak makin mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas setiap hari.
Henggar menyebut warga sempat menurunkan sekitar 10 dump truk material di ruas tersebut. Material itu kemudian dipadatkan menggunakan alat berat, lalu dilanjutkan dengan perkerasan darurat untuk menahan dampak kerusakan sementara waktu.
Pemadatan darurat itu dilakukan dengan baby roller dan stamper. Upaya tersebut menjadi penanganan awal sambil menunggu proses perbaikan yang lebih permanen berjalan.
Dana perbaikan sudah disiapkan
Untuk penanganan jangka panjang, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp 5,276 miliar. Henggar mengatakan pekerjaan itu sudah masuk tahap pelelangan dan diharapkan segera berlanjut ke tahap fisik.
Rencana awal perbaikan hanya mencakup 500 meter ruas jalan. Namun, gubernur Jawa Tengah disebut mendukung perluasan pekerjaan agar hasilnya lebih optimal bagi pengguna jalan.
Perluasan itu mencakup pelebaran kanan dan kiri masing-masing 50 sentimeter. Dengan skema itu, pemerintah provinsi tidak hanya menutup titik rusak, tetapi juga berupaya memperbaiki kenyamanan lintasan kendaraan di jalur tersebut.
Masih ada ruas lain di Blora yang menunggu
Selain Cepu-Randublatung, Henggar juga menyebut ada tiga ruas jalan lain di Kabupaten Blora yang masih diupayakan penanganannya melalui program Inpres Jalan Daerah. Pemprov Jawa Tengah menilai dukungan pemerintah pusat tetap diperlukan karena kewenangan program itu berada di kementerian.
Di sisi lain, pemerintah provinsi menyatakan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di Blora tetap berjalan. Warga kini menunggu apakah penanganan darurat yang sudah dilakukan akan segera disusul perbaikan permanen di lapangan.
Jalur Cepu-Randublatung pun berada di fase penting, yakni menunggu hasil pelelangan proyek sambil menjalani penanganan sementara. Bagi warga setempat, perkembangan berikutnya akan menjadi ukuran apakah protes dengan menanam pisang benar-benar berujung pada perubahan yang bisa dirasakan.
Source: regional.kompas.com