Prabowo Penuhi Janji Lanjutan Macron Di Paris, Dialog Pertahanan Dan Pendidikan Berlanjut

Paris kembali menjadi panggung penting dalam hubungan Indonesia dan Prancis saat Presiden Prabowo Subianto datang memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron yang sempat tertunda. Kunjungan ini menegaskan bahwa komunikasi tingkat tinggi antara Jakarta dan Paris masih terus dijaga dengan intensif.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut kehadiran Prabowo di Paris pada pekan ini bukan sekadar agenda perjalanan biasa. Ia menjelaskan, lawatan itu dilakukan bertepatan dengan Idul Adha sebagai kunjungan kerja sekaligus balasan atas kunjungan Macron ke Indonesia.

Sugiono menuturkan bahwa Prabowo datang untuk memenuhi undangan yang sebelumnya sudah disampaikan Macron. Undangan itu sempat bergeser jadwalnya, termasuk ketika Macron mengusulkan pertemuan lanjutan pada akhir Mei, dan akhirnya jadwal tersebut dipenuhi oleh Prabowo.

Menurut Sugiono, Presiden Prancis itu bahkan sempat menawarkan tanggal lain untuk kunjungan kenegaraan. Karena undangan yang sama sudah diajukan dua kali, Prabowo kemudian memutuskan hadir langsung di Paris.

“Kunjungan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” kata Sugiono dalam pernyataan yang disiarkan Kementerian Luar Negeri RI dan dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Lawatan ini juga berkaitan erat dengan pembicaraan sebelumnya antara kedua pemimpin. Prabowo dan Macron telah bertemu di Paris pada 14 April dalam pertemuan tertutup untuk membahas penguatan hubungan bilateral dan sejumlah bidang kerja sama yang dinilai perlu ditingkatkan.

Salah satu topik yang menonjol adalah industri pertahanan. Isu ini menjadi penting karena Indonesia membeli alat utama sistem senjata dari Prancis, sehingga komunikasi di bidang tersebut perlu terus dijaga.

Di luar pertahanan, pembahasan juga menyentuh kerja sama pendidikan. Fokusnya mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM, terutama untuk mendukung transfer teknologi serta peningkatan penguasaan teknologi atas alutsista yang dimiliki Indonesia.

Balasan atas lawatan Macron

Sugiono menegaskan bahwa kunjungan Prabowo ke Paris memiliki makna diplomatik yang lebih luas. Agenda itu diposisikan sebagai balasan atas lawatan Presiden Macron ke Indonesia sekaligus bagian dari penguatan komunikasi tingkat tinggi antara dua negara.

Dalam jumpa pers di Jakarta pada 22 April, Sugiono sempat menyampaikan bahwa Prabowo akan kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Pernyataan itu memberi gambaran bahwa perjalanan kali ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan yang sudah berjalan sebelumnya.

Kehadiran Prabowo di Paris juga memperlihatkan kesinambungan hubungan yang dibangun melalui pertemuan-pertemuan penting sebelumnya. Paris menjadi salah satu titik yang berulang dalam diplomasi Indonesia dan Prancis karena kedua negara terus mengangkat isu strategis yang sama.

Sebelum agenda pada April dan Mei ini, Prabowo juga tercatat berada di Paris pada 14 Juli 2025 untuk menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis atau Bastille Day. Setelah itu, ia kembali ke Paris pada 23 Januari 2026 untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis Indonesia dan Prancis.

Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya bergerak pada tataran simbolik. Di baliknya, pertahanan, pendidikan, dan transfer teknologi tetap menjadi tema utama yang terus dibicarakan dalam pertemuan tingkat tinggi.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version