Di pabrik Polytron Fox 350, perhatian tidak hanya tertuju pada motor listrik yang keluar dari lini produksi, tetapi juga pada cara pabrik itu bekerja. Robot ikut turun tangan di titik-titik yang membutuhkan presisi tinggi, sementara pemeriksaan berlapis menjaga setiap unit tetap konsisten sebelum sampai ke tangan konsumen.
Fasilitas yang beroperasi di Kudus dan Demak, Jawa Tengah, ini menunjukkan bahwa Polytron tidak sekadar merakit kendaraan listrik. Perusahaan juga membangun sistem produksi yang menggabungkan otomatisasi, pengujian internal, dan alur kerja yang cukup padat untuk mendukung target output harian yang besar.
Produksi yang bergerak dari satu tahap ke tahap lain
Alur kerja Fox 350 berjalan bertahap, mulai dari komponen, pengecatan bodi, produksi baterai, perakitan, hingga inspeksi akhir. Tayangan kanal YouTube AutonetMagz yang meninjau langsung fasilitas itu memperlihatkan bagaimana setiap tahap dipisahkan agar proses tetap rapi dan terkontrol.
Di bagian perakitan, komponen tidak langsung dipasang begitu saja. Setiap bagian lebih dulu diperiksa ulang sebelum masuk ke unit motor agar kualitas tetap terjaga sejak awal proses.
Robot masuk di bagian yang paling krusial
Penggunaan robot terlihat pada pekerjaan yang menuntut tingkat ketelitian tinggi. Salah satu area penting adalah saat merakit komponen seperti speedometer dan sektor pencahayaan.
Robot juga dipakai dalam proses sealing komponen. Tahap ini menjadi sorotan karena penyegelan yang lebih rapat dan presisi membantu menekan risiko kesalahan produksi serta menjaga konsistensi hasil akhir.
Pengecatan otomatis dan ruang pengeringan
Bagian pengecatan body panel Fox 350 juga sudah memanfaatkan otomasi. Sebelum masuk ruang cat, seluruh body motor digantung pada conveyor khusus agar proses berikutnya berjalan teratur.
Setelah itu, panel bodi dicat secara otomatis oleh robot. Hasilnya diharapkan lebih merata, lalu komponen itu masuk ke ruang pengeringan sebelum melanjutkan ke tahapan produksi berikutnya.
Area pengecatan ini disebut baru beroperasi sekitar tiga hingga enam bulan terakhir. Hal itu menunjukkan fasilitas produksi Polytron masih terus berkembang.
Baterai LFP dibuat dan diuji di dalam fasilitas
Selain bodi dan perakitan, bagian produksi baterai juga menjadi perhatian. Di area ini terlihat proses penyusunan sel baterai, penyolderan laser otomatis, lalu pemasangan casing dan kabel kelistrikan.
Polytron memakai baterai LFP untuk Fox 350. Dalam demonstrasi uji ketahanan yang ditampilkan, baterai LFP disebut lebih aman dibanding baterai lain yang tidak memenuhi standar, karena tidak langsung terbakar saat mendapat benturan keras.
Sebaliknya, baterai NMC dalam demonstrasi terlihat sangat sensitif terhadap benturan dan langsung memicu api. Untuk memastikan keamanan penggunaan, Polytron juga melakukan pengujian laboratorium seperti vibrasi, drop test, uji tegangan, dan uji suhu ekstrem.
Perakitan akhir, inspeksi, lalu uji performa
Setelah tahap awal selesai, proses berlanjut ke pemasangan sasis dan arm belakang. Berikutnya, teknisi memasang kotak baterai dan drive hub motor sebagai bagian utama sistem penggerak.
Tahap selanjutnya mencakup pemasangan stang, perangkat elektronik, kabel wiring, dan body motor secara bertahap. Setelah seluruh body terpasang, unit masuk ke pemasangan speedometer dan pengecekan awal untuk memastikan motor bisa dinyalakan.
Ketika motor sudah hidup, inspeksi menjadi lebih ketat. Pada tahap itu, teknisi memeriksa detail unit sekaligus memasang logo dan stiker finishing seperti tulisan Fox 350 dan emblem Polytron.
Unit yang lolos inspeksi awal belum langsung dinyatakan selesai. Motor masih harus melewati dyno test untuk memastikan performa kendaraan sesuai standar yang ditetapkan, lalu masuk ke appearance inspection agar tampilan akhir benar-benar siap dipasarkan.
Polytron kini memiliki dua dyno untuk mendukung produksi dua lini motor listriknya. Kapasitas pabrik yang disebut mampu menghasilkan hingga 140 unit per shift selama tujuh jam, atau sekitar 20 unit per jam, memperlihatkan bahwa fasilitas ini disiapkan untuk skala produksi yang besar.