Kepadatan di sekitar Monas diperkirakan meningkat tajam saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, seiring mobilisasi massa buruh yang jumlahnya telah melampaui 200.000 orang. Untuk mengantisipasi situasi itu, Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan lalu lintas yang bersifat situasional sekaligus kantong parkir di sejumlah titik agar arus kendaraan tetap terkendali.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan, data terakhir menunjukkan jumlah peserta yang bergerak menuju Monas sudah mencapai lebih dari 200.000 orang. Karena itu, pengamanan difokuskan agar kegiatan buruh tetap berlangsung tertib tanpa memutus mobilitas warga yang masih melintas di kawasan pusat ibu kota.
Pengaturan arus dibuat menyesuaikan kondisi lapangan
Polisi tidak menerapkan penutupan akses secara permanen di sekitar Monas. Rekayasa lalu lintas hanya akan dipakai sesuai perkembangan kepadatan di lapangan, terutama jika volume kendaraan mulai meningkat tajam.
Komarudin berharap ruas jalan di sekitar Monas tetap berada dalam kondisi normal atau “zona hijau”. Namun jika situasi berubah dan kepadatan naik signifikan, polisi sudah menyiapkan skema “zona kuning” untuk menahan beban lalu lintas di sejumlah ruas utama.
Dalam skema itu, arus dari kawasan Sarinah, Tugu Tani, dan Harmoni bisa dialihkan lebih awal. Langkah tersebut disiapkan untuk mencegah penumpukan panjang di Jalan Merdeka Barat, Timur, Utara, dan Selatan.
Koordinasi lintas daerah dilakukan sejak awal
Antisipasi tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga melalui koordinasi dengan jajaran lalu lintas di berbagai daerah. Polda Metro Jaya telah berkomunikasi dengan kepolisian di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, hingga Lampung.
Koordinasi itu diperlukan karena massa diperkirakan datang dari banyak wilayah dengan titik keberangkatan yang berbeda-beda. Komarudin memperkirakan ada sekitar 4.000 bus yang bergerak menuju Jakarta untuk membawa peserta May Day.
Dengan pergerakan sebesar itu, polisi menyusun pola perjalanan agar rombongan besar bisa diarahkan ke Monas secara lebih tertib. Fokusnya bukan hanya mengurai kepadatan, tetapi juga menjaga alur kedatangan agar tidak menumpuk di satu titik.
Kantong parkir bus disiapkan di beberapa wilayah
Selain pengaturan arus, kepolisian juga menyiapkan lokasi parkir bagi bus peserta dari luar daerah. Untuk rombongan dari Jawa Barat dan Bekasi, parkir disiapkan di JIExpo Kemayoran serta Jalan Benyamin Sueb.
Jika kapasitas di titik tersebut belum mencukupi, lokasi cadangan sudah disiapkan di Jakarta Utara dan sekitar Ancol. Meski begitu, Komarudin mengingatkan bahwa kawasan Ancol tidak bisa sepenuhnya dijadikan tumpuan karena bertepatan dengan masa libur dan potensi tingginya pengunjung lain.
Peserta dari Jawa Tengah dan Jawa Timur diarahkan ke kawasan Aldiron Pancoran. Skemanya, peserta dapat diturunkan lebih dulu di Monas, lalu bus diparkir di Pancoran.
Sementara itu, peserta dari Banten, Lampung, Tangerang, dan wilayah sekitarnya diarahkan ke kawasan GBK. Titik yang disiapkan mencakup Parkir Timur, APEC, ring road, serta area di sekitar Jalan Asia Afrika dekat pintu satu.
Parkir motor juga masuk dalam skema pengamanan
Massa yang datang dengan sepeda motor juga menjadi perhatian dalam pengaturan May Day di Monas. Komarudin menyebut Sekretariat Negara telah mengirim surat edaran ke 65 kementerian dan lembaga di sekitar Monas agar area parkir mereka dapat dimanfaatkan peserta.
Sekitar 20.000 peserta diperkirakan menggunakan roda dua, sehingga penyediaan parkir motor menjadi bagian penting dari pengamanan. Lokasinya tersebar di Balai Kota, Perpustakaan Nasional, Graha Pertamina, serta sejumlah kantor kementerian dan lembaga yang sudah menerima surat edaran tersebut.
Dengan jumlah massa yang besar dan pergerakan kendaraan dari banyak daerah, polisi menempatkan pengaturan lalu lintas sebagai prioritas utama. Langkah ini disiapkan agar peringatan May Day di Monas tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas warga di sekitarnya.
Source: investortrust.id