Polewali Mandar Masih Jadi Andalan Sapi Kurban Prabowo, Bagong Tembus 1,15 Ton

Kepercayaan terhadap peternak Polewali Mandar kembali terlihat dari pemilihan empat sapi kurban jumbo untuk Presiden Prabowo Subianto. Tiga di antaranya bahkan punya bobot di atas 1 ton, sementara satu ekor lainnya mencapai 1.150 kilogram dan menjadi yang terberat di antara seluruh hewan yang dipasok dari Sulawesi Barat.

Di antara empat sapi itu, nama Bagong paling menyita perhatian. Sapi limosin berusia 3,5 tahun milik Muh. Nur, peternak asal Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo, tersebut disiapkan dengan bobot 1.150 kilogram dan rencananya akan disembelih di Kabupaten Mamuju.

Selain Bagong, ada Bima yang juga masuk daftar pilihan. Sapi Simental berusia 5 tahun milik H. Iskandar Ngani itu berbobot 1.053 kilogram dan akan disalurkan ke Masjid Jami Tanro di Polewali Mandar.

Dua sapi lain ikut melengkapi pengiriman kurban Presiden dari wilayah yang sama. Blecki, sapi berangus berusia 4 tahun milik Muhammad Yusuf, berbobot 1.011 kilogram dan diarahkan ke Kecamatan Pamboang, Majene, sedangkan Arjuna, sapi Simental berusia 4,5 tahun milik Andrian Henri Prayoga, memiliki bobot 960,3 kilogram dan dikirim ke Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.

Seluruh sapi tersebut berasal dari Kecamatan Wonomulyo, wilayah yang dikenal sebagai sentra ternak unggulan seperti limosin, simental, dan berangus. Dari sana, keempat hewan itu terpilih setelah melewati seleksi ketat dari 20 ekor sapi yang ikut penilaian.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, menjelaskan bahwa standar yang diterapkan cukup tinggi sebelum sapi dinyatakan layak menjadi kurban Presiden. Ia menyebut Bagong disiapkan untuk kurban tingkat provinsi, sedangkan tiga sapi lain dialokasikan ke kabupaten lain yang belum memiliki sapi dengan standar minimal 800 kilogram.

Menurut Jumadil, keberhasilan Polewali Mandar mempertahankan posisi sebagai pemasok sapi kurban Presiden tidak lepas dari pembinaan peternak yang berjalan terus-menerus. Ia juga menilai peran inseminator di lapangan ikut menentukan lahirnya sapi-sapi berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyambut baik kepercayaan yang kembali diberikan kepada peternak daerahnya. Ia menilai capaian itu bukan hanya soal kebanggaan sesaat, tetapi juga menunjukkan peningkatan kualitas peternakan lokal yang memberi dampak pada ekonomi warga.

“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Polewali Mandar. Selama 10 tahun berturut-turut peternak kita dipercaya memasok sapi kurban Presiden,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Samsul menambahkan pemerintah daerah akan terus mendukung melalui dinas peternakan dan penyuluh agar produktivitas peternak semakin meningkat. Kepercayaan yang datang berulang ini sekaligus menegaskan posisi Polewali Mandar sebagai daerah yang mampu menghasilkan sapi kurban berstandar tinggi.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version