Polda Metro Jaya bergerak cepat saat peringatan May Day di sekitar Gedung DPR/MPR RI mendapat indikasi akan disusupi kelompok yang diduga hendak memicu kerusuhan. Sejumlah orang kemudian diamankan setelah aparat mendeteksi tanda-tanda upaya mengganggu aksi damai yang sedang berlangsung.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan edukatif. Menurut dia, buruh yang menyampaikan aspirasi tetap berjalan dengan baik dan bertanggung jawab.
Di sejumlah titik kegiatan, termasuk Monas, Gedung DPR/MPR RI, dan Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, polisi ikut menjaga situasi tetap tertib. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga disebut tetap lancar selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Budi menyebut perwakilan peserta aksi telah diterima Wakil Ketua DPR RI bersama tim untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Karena itu, penyampaian aspirasi buruh dinilai berjalan sesuai koridor yang berlaku.
Di sisi lain, perhatian aparat tertuju pada adanya kelompok tertentu yang diduga mencoba menyusup ke tengah massa. Satgas Penegakan Hukum disebut lebih dulu menangkap tanda-tanda yang mengarah pada upaya mencederai momen penyampaian pendapat secara tertib.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan langkah deteksi dini dan pencegahan langsung diambil untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas. Dari proses itu, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga akan dipakai untuk menimbulkan kerusuhan.
Barang yang ditemukan antara lain botol kosong, kain pemicu, bahan bakar, paku beton, ketapel, gotri, senjata tajam, alat komunikasi, sejumlah uang, dan dokumen rencana kegiatan. Kepolisian menduga perlengkapan tersebut berkaitan dengan upaya memicu kegaduhan di tengah aksi buruh.
Iman juga menyebut kelompok itu diduga berencana menyusup ke massa aksi, memancing keributan, dan mengadu domba antar elemen buruh. Selain itu, mereka diduga hendak merusak fasilitas umum dan menyerang petugas.
Saat ini, sejumlah orang masih dimintai keterangan oleh polisi. Mayoritas dari mereka disebut berusia 20 hingga 35 tahun dan banyak berasal dari luar Jakarta.
Setelah pemeriksaan selesai, polisi menyatakan mereka akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Polda Metro Jaya juga telah menghubungi pihak keluarga untuk memastikan keamanan mereka.
Budi Hermanto menegaskan bahwa kelompok yang didalami bukan bagian dari buruh yang menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menilai kelompok tersebut justru memanfaatkan momentum May Day untuk mengganggu ketertiban umum.
Polda Metro Jaya menegaskan akan terus menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan akuntabel. Di saat yang sama, kepolisian memastikan kehadirannya tetap ditujukan untuk menjaga keamanan agar aspirasi pekerja bisa tersampaikan tanpa gangguan.
Source: www.viva.co.id