Piala Dunia 2026 Bayang-Bayang Keamanan Meksiko, 10 Tewas Ditembak di Puebla

Sorotan terhadap keamanan Meksiko kembali menguat setelah penembakan brutal di Kota Tehuitzingo, Negara Bagian Puebla, menewaskan sedikitnya 10 orang. Peristiwa ini terjadi saat negara tersebut bersiap menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, sehingga tragedi tersebut langsung menambah tekanan pada pemerintah soal kesiapan pengamanan.

Di lokasi kejadian, seluruh jenazah ditemukan di dalam sebuah rumah dengan luka tembak. Pemerintah setempat menyebut para korban terdiri dari enam pria, tiga perempuan, dan satu anak di bawah umur.

Media lokal melaporkan insiden itu terjadi sekitar pukul 01.55 dini hari waktu setempat. Warga sekitar lebih dulu mendengar rentetan tembakan dan suasana langsung berubah panik.

Kantor Kejaksaan Puebla menyatakan polisi datang setelah menerima laporan dari warga yang melihat beberapa orang diduga sudah tidak bernyawa. Saat aparat tiba, sejumlah korban ditemukan bersimbah darah akibat luka tembak.

Seorang perempuan dilaporkan sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, tetapi kemudian meninggal dunia. Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas pelaku maupun motif serangan tersebut.

Pemerintah Puebla mengatakan penyelidikan besar-besaran sudah dimulai. Dalam proses itu, Garda Nasional, kejaksaan negara bagian, polisi lokal, dan unit intelijen keamanan ikut dilibatkan.

Meski penyelidikan berjalan, belum ada tersangka yang ditangkap. Aparat juga belum menjelaskan apakah serangan ini berkaitan dengan konflik kelompok bersenjata tertentu.

Kasus di Tehuitzingo kembali menyoroti masalah keamanan yang masih membayangi sejumlah wilayah di Meksiko. Pola kekerasan bersenjata seperti ini terus menjadi perhatian di tengah upaya pemerintah menekan kejahatan terorganisasi.

Tragedi di Puebla datang pada momen sensitif karena Meksiko bersiap menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada dalam Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni. Pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum sebelumnya menjanjikan pengamanan besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 100 ribu personel keamanan untuk menjaga turnamen.

Namun, rangkaian kekerasan dalam beberapa bulan terakhir memunculkan pertanyaan baru soal kesiapan di lapangan. Pada April lalu, seorang turis asal Kanada juga tewas ditembak di kawasan wisata bersejarah Teotihuacan dekat Mexico City.

Kekerasan kartel narkoba yang telah berlangsung selama bertahun-tahun masih menjadi latar yang berat bagi situasi keamanan Meksiko. Sorotan terhadap persoalan itu makin tajam setelah pasukan keamanan Meksiko menewaskan pemimpin kartel CJNG, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pada Februari lalu.

Serangan di Puebla kini menempatkan kembali isu keamanan nasional di depan publik. Di tengah janji pengamanan besar dan tekanan terhadap kelompok kriminal, aparat menghadapi tuntutan untuk segera mengungkap pelaku dan motif pembunuhan brutal itu.

Source: www.suara.com
Exit mobile version