Pertamina Bantah Larangan Pertalite untuk Mobil Tertentu, Informasi 1 Juni Itu Hoaks

Isu daftar mobil yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 ramai dibicarakan di media sosial, tetapi kabar itu tidak benar. Pertamina Patra Niaga sudah menegaskan bahwa tidak ada kebijakan resmi yang melarang pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan maupun kapasitas mesin.

Narasi yang beredar sempat menyebut mobil bermesin 1.400 cc ke atas masuk dalam daftar larangan. Bahkan, sejumlah merek dan model kendaraan ikut dicantumkan, padahal Pertamina memastikan informasi tersebut tidak memiliki dasar kebijakan dari pemerintah maupun regulator.

Pertamina bantah ada aturan baru

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa kabar soal daftar merek kendaraan yang tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 tidak benar. Ia juga menegaskan belum ada rencana atau arahan resmi dari pemerintah terkait pembatasan seperti itu.

Penjelasan ini penting karena isi pesan yang beredar seolah-olah menggambarkan adanya aturan baru yang akan segera berlaku. Padahal, hingga saat ini Pertamina menyebut belum menerima kebijakan resmi yang mengatur larangan pembelian Pertalite berdasarkan jenis kendaraan tertentu.

Penyaluran Pertalite tetap berjalan normal

Di tengah ramainya isu tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi dan penyaluran Pertalite tetap berlangsung seperti biasa. Tidak ada perubahan kebijakan penyaluran yang mengikuti daftar kendaraan viral di media sosial.

Pertamina juga menegaskan posisinya sebagai pelaksana mandat distribusi energi. Artinya, perusahaan akan mengikuti kebijakan resmi pemerintah dan regulator, bukan informasi yang belum terverifikasi yang beredar di ruang digital.

Jangan samakan dengan program Subsidi Tepat

Kebingungan publik juga muncul karena pembelian BBM subsidi seperti Pertalite memang terkait dengan QR Code MyPertamina dalam program Subsidi Tepat. Namun, Pertamina menegaskan program itu berbeda dari narasi viral tentang daftar kendaraan yang dilarang membeli BBM.

Program Subsidi Tepat dijalankan untuk mendukung tata kelola distribusi energi agar lebih tepat sasaran. Keberadaan QR Code MyPertamina bukan berarti ada daftar mobil tertentu yang otomatis dilarang membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026.

Verifikasi sebelum membagikan informasi

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar lebih cermat menerima informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi menjadi langkah penting sebelum sebuah kabar dibagikan ulang, terutama jika menyangkut kebijakan publik yang berdampak luas.

Masyarakat diminta mengecek informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, atau Pertamina. Langkah itu dinilai perlu agar publik tidak mudah terseret kabar yang belum jelas kebenarannya dan tidak memicu kebingungan di SPBU.

Dengan penjelasan ini, isu daftar mobil yang disebut dilarang membeli Pertalite per 1 Juni 2026 dipastikan tidak sesuai fakta. Hingga saat ini, acuan yang berlaku tetap kebijakan resmi pemerintah dan regulator, sementara penyaluran Pertalite disebut masih berjalan normal.

Source: oto.detik.com
Exit mobile version