Persija Kehilangan Keuntungan Kandang, Mauricio Souza Soroti Dampak Pindah Ke Samarinda

Perpindahan laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung ke Stadion Segiri, Samarinda, membuat pembahasan soal keuntungan pertandingan langsung mengarah ke satu hal: Persija kehilangan banyak hal yang biasanya melekat pada status tuan rumah. Mauricio Souza melihat situasi itu sebagai kerugian nyata bagi timnya, bukan sekadar perubahan lokasi.

Poin paling disorot Souza adalah hilangnya kesempatan tampil di Jakarta dengan dukungan penuh Jakmania. Menurutnya, pertandingan penting seperti ini semestinya dimainkan di kandang sendiri agar Persija merasakan dorongan langsung dari tribun dan atmosfer yang biasanya menguatkan tim tuan rumah.

Keputusan pindah venue itu muncul karena izin keamanan dari pihak kepolisian setempat tidak turun untuk laga di ibu kota. Akibatnya, Persija tidak bisa menggunakan stadion yang ideal dan harus menerima kondisi pertandingan yang jauh dari Jakarta.

Souza menegaskan bahwa status tuan rumah seharusnya tetap berada di tangan Persija. Ia menilai kondisi itu penting karena poin kandang bukan hanya soal administrasi, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan bermain dan dukungan penonton yang memberi pengaruh besar di lapangan.

Saat ditanya apakah Persib mendapat keuntungan dari perpindahan venue, Souza tidak masuk ke spekulasi itu. Ia memilih menekankan hal yang menurutnya pasti, yaitu Persija tidak memperoleh keuntungan apa pun dari keputusan tersebut.

Absennya puluhan ribu Jakmania juga menjadi bagian yang menurut Souza sangat terasa. Dalam laga besar, atmosfer stadion kerap memengaruhi ritme permainan dan mental pemain, sehingga perpindahan ke Samarinda mengubah keseimbangan yang biasanya ada saat Persija bermain di Jakarta.

Duel ini juga punya bobot besar dalam persaingan papan atas. Persib memimpin klasemen dengan 72 poin dan masih dibayangi Borneo FC, sementara Persija berada di posisi ketiga dengan 65 poin.

Bagi Persib, setiap pertandingan sisa menjadi krusial untuk menjaga posisi di jalur juara. Di sisi lain, Persija membutuhkan kemenangan atas Persib agar peluang mereka tetap hidup dalam perebutan gelar.

Kondisi klasemen membuat laga ini bernilai lebih dari sekadar tiga poin. Dalam situasi seperti itu, hilangnya keuntungan kandang terasa semakin besar karena dapat memengaruhi jalannya pertandingan secara langsung.

Persija sendiri kembali menghadapi masalah yang bukan hal baru. Terakhir kali mereka menjamu Persib di Jakarta terjadi pada 2019, lalu kendala keamanan membuat duel besar ini terus berpindah tempat.

Stadion Segiri kini kembali menjadi lokasi pengganti bagi laga yang semestinya berlangsung di ibu kota. Bagi Souza, persoalan tersebut juga menyentuh aspek keadilan kompetitif karena status tuan rumah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Source: www.suara.com
Exit mobile version