Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Jawa Timur memilih menonjolkan simbol yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: tumpeng pertama justru diserahkan kepada perwakilan satgas dan paguyuban becak. Cara ini membuat perayaan di kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya, terasa lebih membumi daripada seremoni formal pada umumnya.
Pilihan tersebut sekaligus memperlihatkan pesan politik yang ingin ditekankan partai, yaitu penghargaan kepada wong cilik. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono mengatakan, langkah itu sengaja diambil sebagai bentuk apresiasi nyata kepada rakyat kecil.
Makna Pancasila yang dibawa ke ruang perayaan
Deni menautkan sikap itu dengan pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang menekankan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut dia, peringatan Harlah Pancasila tidak cukup berhenti pada simbol dan upacara.
Ia menegaskan kader PDI Perjuangan harus mengamalkan setiap butir Pancasila dalam kerja politik sehari-hari. Bagi partai, kata dia, cita-cita Indonesia yang sejahtera harus terus diperjuangkan bersama wong cilik.
Deni juga menyoroti pentingnya militansi kader untuk tetap bersatu sebagai kekuatan partai. Ia melihat kebersamaan itu sebagai modal untuk mendampingi rakyat kecil sekaligus melawan ketidakadilan.
Menurut dia, anak-anak ideologis Bung Karno punya tanggung jawab menjaga amanat sang proklamator. Amanat itu, lanjutnya, harus mengarah pada keadilan yang bisa dirasakan seluruh rakyat.
Tamu utama dari kalangan becak dan satgas
Setelah upacara di halaman kantor DPD PDIP Jatim, rangkaian acara berlanjut ke tumpengan di aula lantai 2 kantor partai. Di momen itu, perwakilan satgas dan paguyuban becak mendapat kehormatan pertama untuk menerima potongan tumpeng.
Salah satu yang hadir adalah Sukadi, anggota paguyuban becak berusia 94 tahun. Ia mengaku bersyukur dapat ikut merasakan khidmatnya peringatan Harlah Pancasila bersama partai.
Sukadi mengatakan dirinya sudah 75 tahun bergabung di paguyuban becak. Karena itu, ia menilai PDI Perjuangan sebagai partai yang menghargai loyalisnya.
Ia juga merasakan suasana acara berlangsung tanpa pembedaan. Semua peserta, kata dia, makan bersama dalam suasana yang sama.
Pancasila sebagai pengingat untuk dijalankan
Bagi Sukadi, peringatan seperti ini seharusnya tidak berhenti pada hafalan. Ia berharap Harlah Pancasila menjadi pengingat agar nilai-nilai Pancasila benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai Pancasila masih tegak, tetapi pelaksanaannya di tengah masyarakat masih perlu diperkuat. Pandangan itu sejalan dengan nuansa acara yang memang memberi ruang besar bagi rakyat kecil untuk tampil sebagai bagian utama peringatan.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, dan para kader. Seluruh acara kemudian ditutup dengan tumpengan bersama di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim.
Source: pdiperjuangan-jatim.com