Perempuan Paling Banyak Terdampak Obesitas Di Blitar, 22 Ribu Warga Tercatat Alami Lingkar Perut Berlebih

Temuan kesehatan di Kabupaten Blitar menunjukkan persoalan obesitas masih cukup luas di masyarakat. Dari 72.468 warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai pos layanan, 22.459 orang teridentifikasi mengalami obesitas sentral.

Data tersebut langsung menarik perhatian karena jumlahnya mencapai sekitar 22.000 warga. Kelompok perempuan tercatat paling banyak masuk dalam temuan itu, sehingga menjadi kelompok yang paling terdampak dalam hasil pemeriksaan tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Ditya Putranto, mengatakan dominasi kasus pada perempuan terlihat jelas dari pemantauan di lapangan. Ia menyebut mayoritas warga yang mengalami obesitas memang berasal dari kalangan wanita.

“Ada 22.000 warga Blitar mengalami obesitas. Kebanyakan wanita,” kata Ditya Putranto kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Obesitas sentral sendiri dinilai melalui ukuran lingkar perut. Dalam pemeriksaan itu, batas yang digunakan adalah 90 sentimeter untuk laki-laki dan 80 sentimeter untuk perempuan.

Dinkes Blitar menilai rendahnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya kasus obesitas. Kondisi itu semakin diperberat oleh asupan kalori yang terlalu tinggi dan tidak diimbangi dengan gerak tubuh yang cukup.

Pola makan masyarakat juga ikut menjadi sorotan. Konsumsi makanan tinggi lemak dan berminyak disebut masih sering ditemukan, sehingga berkontribusi terhadap penumpukan lemak di tubuh.

Menurut Ditya, perubahan gaya hidup perlu menjadi fokus agar angka obesitas tidak terus meningkat pada periode berikutnya. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan berat badan, tetapi juga dengan kebiasaan harian yang membentuk kondisi tubuh masyarakat.

Obesitas sentral tidak bisa dipandang sebagai gangguan yang berhenti pada penumpukan lemak di perut. Dinkes Blitar mengingatkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan stroke.

Karena itu, masyarakat diminta mulai menyeimbangkan konsumsi makanan dengan aktivitas fisik rutin. Olahraga dinilai penting untuk membantu membakar kalori dan lemak, sementara asupan buah dan sayur dianjurkan untuk diperbanyak.

Di sisi lain, makanan cepat saji perlu dikurangi agar risiko obesitas bisa ditekan sejak dini. Langkah pencegahan seperti ini dinilai penting mengingat hasil pemeriksaan kesehatan gratis telah memberi gambaran awal tentang besarnya persoalan gizi berlebih di Kabupaten Blitar.

Dari total warga yang diperiksa, jumlah temuan obesitas sentral mencapai 22.459 orang. Angka itu menjadi dasar bagi upaya edukasi kesehatan yang lebih terarah, terutama pada kelompok yang paling banyak terdampak, yakni perempuan.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button