Perebutan Gelar Masih Hidup, Kemenangan Borneo FC dan Persija Tunda Pesta Persib Hingga Pekan Terakhir

Persaingan di puncak klasemen Super League 2025/2026 belum mau memberi jalan mudah bagi Persib Bandung. Dua rival terdekat, Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta, sama-sama meraih kemenangan pada pekan ke-28, sehingga peluang Persib untuk mengunci gelar lebih cepat kembali tertunda.

Situasi itu membuat jalur Persib menuju trofi masih harus ditentukan lewat rangkaian laga berikutnya. Keunggulan mereka memang masih ada, tetapi papan atas belum cukup longgar untuk menghadirkan kepastian lebih awal.

Borneo FC menjaga tekanan setelah menaklukkan PSM Makassar dengan skor 2-1 di kandang lawan. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa persaingan belum mereda, terutama karena Borneo terus berada dalam jarak yang sangat dekat dengan sang pemuncak klasemen.

Persija Jakarta pun ikut menjaga tensi perebutan gelar. Tim ibu kota menang tipis 1-0 atas PSBS Biak, sebuah hasil yang memastikan mereka tetap berada dalam jalur perburuan dan belum mau kehilangan momentum.

Dengan dua kemenangan itu, posisi Persib memang belum tergeser dari tempat paling nyaman di klasemen. Namun, keadaan belum bisa disebut aman karena selisih poin yang terbentuk masih terlalu kecil untuk memberi ruang bernapas lega.

Bojan Hodak menanggapi situasi ini dengan sikap tenang. Pelatih Persib tersebut menegaskan bahwa timnya tidak perlu terbawa hitung-hitungan yang terlalu jauh karena gelar belum akan ditentukan dalam waktu dekat.

“Motivasi yang bagus. Tapi trofi belum akan ditentukan besok (Minggu, 19 April),” kata Bojan Hodak. Ia juga menekankan bahwa masih ada enam pertandingan tersisa, sehingga perburuan juara tetap harus dijalani secara bertahap.

Menurut Hodak, hasil apa pun dalam satu laga belum akan menutup peluang siapa pun. “Jika kami imbang atau menang atau kalah, masih ada enam pertandingan sisa. Semuanya akan ditentukan pada pekan terakhir, jadi kami hanya memikirkan satu laga demi laga,” ujarnya.

Pendekatan itu memperlihatkan bahwa Persib memilih fokus pada konsistensi ketimbang pada tekanan klasemen. Dalam situasi seperti sekarang, setiap pertandingan bisa berdampak besar karena jarak antarpesaing masih sangat rapat.

Persib saat ini unggul satu poin atas Borneo FC yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Persija menempel di urutan ketiga dengan selisih enam poin, sehingga peluang mereka belum tertutup selama tren positif masih terjaga.

Kondisi tersebut membuat laga-laga Persib ke depan memiliki bobot yang jauh lebih besar. Satu hasil kurang maksimal bisa membuka kesempatan bagi Borneo FC untuk menyalip, sedangkan Persija tetap berpeluang memangkas jarak jika mampu mempertahankan laju kemenangan.

Pertemuan di pekan-pekan berikutnya pun akan sangat menentukan arah perebutan gelar. Pada fase ini, kestabilan performa menjadi faktor utama karena tabel klasemen belum menunjukkan jarak yang cukup aman bagi pemimpin sementara.

Persaingan diperkirakan baru benar-benar mengerucut pada pekan ke-32 jika tiga tim teratas terus menjaga performa seperti sekarang. Pada periode itu, Persib dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta di Jakarta pada 10 Mei.

Laga tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling penting dalam perebutan gelar. Jika posisi di papan atas masih rapat hingga saat itu, hasil pertemuan langsung itu bisa mengubah arah persaingan secara signifikan.

Baca Juga

Back to top button