Perakitan Akhir Di Miami Tak Cukup Menenangkan, Trump T1 Masih Diuji Soal Daya Saing Pasar

Trump T1 akhirnya memasuki tahap yang paling ditunggu setelah sempat tersendat oleh penundaan, ubahan desain, dan kabar yang sempat menyebut proyek ini akan dibatalkan. Trump Mobile mengonfirmasi bahwa unit untuk pelanggan yang sudah melakukan pra-pemesanan akan mulai dikirim pada akhir pekan ini, lalu dilanjutkan selama beberapa minggu sampai seluruh pesanan awal terpenuhi.

Meski pengiriman sudah di depan mata, ponsel ini masih belum lepas dari tanda tanya. Di harga promosi 499 dolar AS atau sekitar Rp8,8 juta, Trump T1 harus masuk ke pasar kelas menengah yang sudah dipenuhi perangkat lebih mapan, sehingga setiap detail spesifikasi langsung menjadi sorotan.

Spesifikasi yang masih terasa tertahan

Secara teknis, Trump T1 disebut berbasis HTC U24 Pro yang dirilis pada 2024, tetapi dengan sejumlah penyesuaian dan pemangkasan fitur. Perangkat ini ditenagai chipset Snapdragon seri 7, memakai layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz, dan membawa baterai 5.000 mAh.

Di atas kertas, kombinasi itu terlihat cukup untuk kelas menengah. Namun, absennya pengisian daya nirkabel menjadi salah satu poin yang paling mudah disorot ketika dibandingkan dengan ponsel lain di rentang harga yang sama.

Kamera dan dukungan perangkat lunak ikut dipertanyakan

Pada sektor kamera, Trump T1 hanya membawa kamera utama 50MP dan lensa telefoto dengan zoom 2x. Susunan ini dinilai sederhana jika dilihat dari ekspektasi pasar terhadap perangkat seharga 499 dolar AS.

Sisi perangkat lunak juga belum memberi banyak keyakinan. CNet menyoroti penggunaan Android 15 ketika Android 16 sudah mulai banyak dibicarakan, sementara Trump Mobile tidak memberikan jaminan pembaruan sistem operasi maupun patch keamanan untuk masa depan.

Klaim pabrik Amerika bergeser ke perakitan akhir

Trump T1 sempat dipasarkan dengan narasi “Made in America”, tetapi klaim itu memicu perdebatan. Kini, penjelasan yang muncul menyebut proses perakitan akhir dilakukan di Miami, sedangkan komponen utamanya masih bergantung pada rantai pasok global.

CEO Trump Mobile, Pat O’Brien, mengatakan perangkat ini “dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai Amerika”. Ia juga menyebut antusiasme terhadap ponsel tersebut tinggi, meski perusahaan tidak membuka angka pemesanan secara transparan ke publik.

Kepercayaan pasar masih harus diuji

Kehadiran Trump T1 datang di tengah riwayat Trump Mobile yang sebelumnya juga menarik perhatian karena skema deposit 100 dolar AS. Skema itu dipersoalkan setelah perubahan syarat dan ketentuan, sehingga kepercayaan konsumen menjadi isu yang tidak bisa diabaikan.

Di sisi lain, Trump T1 masih harus membuktikan apakah spesifikasi yang tersedia cukup kuat untuk bersaing dengan ponsel yang lebih mapan di kelasnya, termasuk Samsung Galaxy A57 dan Motorola Edge 2025. Dengan pengiriman yang segera dimulai, perhatian kini beralih ke bagaimana perangkat ini diterima saat benar-benar sampai ke tangan pembeli.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button