Tekanan terhadap Lori Chavez-DeRemer di Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat akhirnya berujung pada pengunduran dirinya dari kabinet Donald Trump. Keputusan itu muncul setelah berminggu-minggu rumor dan sorotan publik menguat, terutama karena rangkaian tuduhan yang menyeret kepemimpinannya ke dalam skandal staf.
Chavez-DeRemer menyampaikan langkah mundurnya lewat pernyataan di media sosial X. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa dirinya akan tetap memperjuangkan para pekerja Amerika sebelum kembali ke sektor swasta setelah masa tugasnya berakhir.
Sorotan terhadap dirinya tidak hanya datang dari kritik atas kepemimpinan departemen, tetapi juga dari laporan soal perlakuan yang dianggap tidak pantas terhadap staf perempuan muda. Menurut laporan yang dikutip dari New York Times, Chavez-DeRemer, para ajudannya, dan bahkan anggota keluarganya disebut rutin mengirim pesan pribadi serta permintaan kepada staf muda.
Masalah itu kemudian berkembang menjadi penyelidikan internal. Laporan yang sama juga menyebut Chavez-DeRemer dan mantan wakil kepala stafnya mengirim pesan teks kepada sejumlah karyawan agar membawakan wine selama perjalanan dinas departemen, dan isi pesan tersebut ikut masuk dalam pemeriksaan internal atas perilaku kepemimpinannya.
Penyelidikan itu tidak muncul dari ruang hampa. Proses tersebut dimulai setelah ada aduan mengenai pelanggaran perilaku yang meluas dan memunculkan kekhawatiran serius di kalangan staf Departemen Tenaga Kerja AS.
Di tengah pemeriksaan itu, sedikitnya tiga anggota staf juga mengajukan aduan pelanggaran hak sipil. Isi aduan tersebut menggambarkan lingkungan kerja yang dinilai tidak bersahabat, sehingga tekanan terhadap Chavez-DeRemer semakin meningkat.
Dampaknya ikut terasa di lingkar terdekat. Laporan New York Times menyebut empat orang telah dikeluarkan dari tim Chavez-DeRemer sebagai bagian dari hasil penyelidikan, termasuk mantan kepala staf, mantan wakil kepala staf, serta direktur persiapan dan personel tim keamanannya yang dituduh berselingkuh dengannya.
Nama keluarga Chavez-DeRemer juga ikut terseret dalam pemberitaan, meski dirinya sendiri tidak disebut secara pribadi dalam kasus yang melibatkan ayah dan suaminya. Laporan MS NOW menyebut ada dua aduan dari staf perempuan muda yang menuduh suaminya, Shawn DeRemer, melakukan pelecehan seksual.
Kombinasi berbagai laporan itu memperluas perhatian publik terhadap budaya kerja di Departemen Tenaga Kerja AS. Situasi tersebut membuat posisi Chavez-DeRemer semakin sulit dipertahankan, apalagi di tengah suasana kabinet Trump yang juga sedang diguncang pergantian pejabat tinggi perempuan.
Kepergiannya menambah daftar gejolak di lingkar pemerintahan Trump setelah pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi. Dalam beberapa pekan terakhir, keluarnya sejumlah pejabat perempuan tinggi dari kabinet ikut menjadi sorotan tersendiri.
Chavez-DeRemer sendiri tidak memberi komentar langsung mengenai skandal yang menyeret namanya. Dengan pengunduran diri ini, perhatian kini beralih pada dampak penyelidikan internal terhadap struktur kerja di Departemen Tenaga Kerja AS dan pada bagaimana gejolak tersebut membentuk ulang dinamika di kabinet Trump.
Source: news.detik.com




