Pendanaan baru senilai $200 million membuat Zeron mendapat ruang gerak lebih besar untuk mendorong truk otonom masuk tahap yang lebih serius. Bukan hanya soal modal, putaran ini juga menunjukkan bahwa pasar kendaraan komersial cerdas di China masih menarik bagi investor industri maupun global.
Di tengah persaingan teknologi kendaraan berat, Zeron kini berada di posisi yang lebih kuat untuk menggabungkan elektrifikasi dan otomatisasi dalam satu arah bisnis. Perusahaan ini tidak lagi hanya dilihat sebagai startup truk listrik berat, tetapi juga sebagai pemain yang ingin membangun fondasi komersialisasi autonomous driving di segmen kendaraan berat.
Dukungan modal datang dari investor industri dan global
Dalam putaran Seri B2 terbaru, daftar investor Zeron mencakup Zijin Mining, Yankuang Capital milik Shandong Energy Group, dan Sanhua Holding Group. Dari sisi internasional, Temasek dan InnoVen Capital juga ikut masuk.
Kehadiran investor industri dinilai penting oleh Zeron karena selaras dengan target ekspansi ke transportasi tambang dan logistik industri. Di saat yang sama, partisipasi modal global memperlihatkan bahwa minat terhadap autonomous driving di China masih belum surut.
Putaran ini menjadi pendanaan besar kedua yang diterima Zeron hanya dalam dua bulan. Jika digabung dengan pendanaan 1,2 miliar yuan yang rampung pada Maret, total dana yang dihimpun perusahaan dalam dua bulan terakhir mencapai sekitar $400 million.
Bisnis inti ikut memperlihatkan perbaikan
Dorongan pendanaan tersebut datang saat kinerja operasional Zeron ikut membaik. Perusahaan menyebut operating cash flow mereka sudah positif pada kuartal keempat 2025.
Perbaikan ini ditopang oleh penjualan truk berat energi baru yang tumbuh cepat selama setahun terakhir. Zeron mengatakan penjualan kumulatif dalam empat bulan pertama 2026 mencapai lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laju pertumbuhan itu juga mengikuti performa kuartalan yang sempat mendekati 300% pada paruh kedua 2025. Dengan penjualan yang menguat dan arus kas yang mulai positif, Zeron punya ruang lebih besar untuk mempercepat pengembangan teknologi sekaligus produksi.
Autonomous driving tetap jadi tujuan utama
Meski bisnis truk listrik berat terus berkembang, Zeron masih menempatkan autonomous driving sebagai arah jangka panjang. Perusahaan memakai pendekatan bertahap untuk komersialisasi sistem berbasis skenario, bukan langkah serba cepat tanpa pengujian yang memadai.
Truk berat dengan teknologi end-to-end dan multimodal large model sudah mulai diuji dalam skenario tertutup di dunia nyata. Zeron juga berencana memperbesar armada agar proses iterasi sistem bisa berjalan lebih cepat.
Strategi itu penting karena perusahaan ingin membangun sistem autonomous driving level tinggi yang lebih andal. Fokusnya ada pada integrasi vertikal perangkat keras dan perangkat lunak supaya pengembangan bisa lebih terkendali.
Posisi Zeron makin jelas di dua tren besar
Komposisi pemegang saham Zeron menunjukkan perpaduan modal dari sektor industri, kendaraan listrik, dan teknologi otonom. Sebelumnya, perusahaan juga mendapat dukungan dari Puquan Capital milik CATL, Nio Capital, dan perusahaan autonomous driving Momenta.
Kombinasi itu menempatkan Zeron di persimpangan dua tema besar di otomotif China, yaitu elektrifikasi kendaraan komersial dan otomatisasi truk berat. Di segmen ini, kebutuhan modal untuk pengembangan teknologi, pengujian, dan operasi lapangan memang besar.
Zeron sendiri didirikan pada 2022 oleh Huang Zehua, yang pernah menjadi salah satu pendiri TuSimple. Tim eksekutifnya juga mencakup Zhang Hongsong, mantan general manager Sany Heavy Truck.
Dengan dana baru, penjualan yang melonjak, dan arus kas yang mulai positif, Zeron kini punya pijakan yang lebih kuat untuk membawa truk otonom keluar dari tahap pengembangan. Transportasi tambang dan logistik industri tampak menjadi area awal yang paling relevan untuk langkah berikutnya.
Source: cnevpost.com




