Penangkapan Audias Flores menjadi salah satu pukulan paling mencolok bagi Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG. Sosok yang dikenal dengan nama “El Jardinero” itu disebut sebagai figur penting dalam jaringan yang selama ini bergerak di sepanjang pesisir Pasifik Meksiko dan juga masih diburu otoritas Amerika Serikat.
Operasi penangkapan berlangsung di Nayarit setelah pengawasan yang disebut berjalan selama berbulan-bulan. Sekretaris Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch mengatakan Flores ditahan dalam operasi besar yang melibatkan lebih dari 500 tentara, enam helikopter, dan beberapa pesawat dari Angkatan Laut Meksiko.
Pengepungan di Nayarit
Menurut keterangan Angkatan Laut, pasukan khusus bergerak mengepung sebuah kabin di El Mirador, sekitar 20 kilometer di utara Puerto Vallarta. Lokasi itu disebut dijaga sekitar 30 pick-up dan lebih dari 60 pria bersenjata, yang menunjukkan besarnya lapisan pengamanan di sekitar target.
Garcia Harfuch juga membagikan video udara yang memperlihatkan helikopter berputar di atas area operasi saat pasukan mendekat. Dari gambaran tersebut, operasi tampak dirancang dengan pengamanan ketat untuk meminimalkan kontak langsung di lapangan.
Ketika para penjaga Flores terpencar karena upaya pengalihan perhatian, target utama mencoba berpindah ke area yang lebih sempit dan sulit terlihat. Angkatan Laut menyebut ia kemudian ditemukan bersembunyi di sebuah parit drainase.
Pihak militer menegaskan penangkapan itu berlangsung tanpa tembakan dilepaskan. Mereka menyebut operasi dilakukan dengan presisi tinggi, sehingga penahanan bisa dilakukan di tengah wilayah yang selama ini kerap dikaitkan dengan kekerasan antarkelompok kriminal.
Peran penting dalam CJNG
Flores dipandang sebagai salah satu komandan utama CJNG dan memegang kendali atas wilayah kartel di pesisir Pasifik Meksiko. Mantan agen Drug Enforcement Administration Amerika Serikat, Carlos Olivo, menilai perannya mencakup operasional laboratorium narkoba, jalur penyelundupan, hingga distribusi ke Amerika Serikat.
Posisinya juga disebut membuatnya masuk dalam daftar buruan Amerika Serikat dengan hadiah 5 juta dolar. Dalam struktur CJNG, ia bahkan dinilai sebagai salah satu tokoh yang berpeluang menjadi penerus Nemesio Oseguera atau “El Mencho”.
Kehilangan figur regional seperti Flores berpotensi mengganggu rantai komando organisasi tersebut. Pengaruhnya tidak hanya berada pada pengaturan jalur distribusi, tetapi juga pada koordinasi jaringan yang menghubungkan wilayah produksi dan pasar tujuan.
Sasaran lain di jantung pendanaan
Pada malam yang sama, otoritas Meksiko juga melakukan operasi terpisah di Zapopan, Meksiko tengah. Di sana, Cesar Alejandro “N”, yang dikenal sebagai “El Guero Conta”, ditangkap dan disebut sebagai operator keuangan Flores di dalam jaringan CJNG.
Garcia Harfuch mengatakan pria itu diduga mencuci uang hasil aktivitas ilegal melalui perusahaan dan perantara. Ia juga dituduh membeli pesawat, kapal, rumah, peternakan, serta menanamkan dana dalam perusahaan produksi tequila.
Penangkapan terhadap sosok keuangan ini memperlihatkan bahwa aparat tidak hanya menekan sayap bersenjata CJNG. Jalur uang, aset, dan pendanaan juga ikut menjadi sasaran karena bagian itu menopang pergerakan logistik dan operasional kelompok.
Tekanan dari intelijen dan politik
Reuters melaporkan bahwa penangkapan Flores turut didukung informasi intelijen dari otoritas Amerika Serikat. Meski kerja sama itu penting, isu kedaulatan tetap menjadi perhatian utama pemerintah Meksiko.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebelumnya mengingatkan agar operasi rahasia Washington di wilayah Meksiko tidak terulang. Ia menegaskan bahwa kehadiran pejabat AS yang tidak berwenang dalam operasi antinarkotika di Chihuahua tidak boleh terjadi lagi.
Sheinbaum juga menyatakan bahwa kedua negara harus bekerja sama dengan dasar koordinasi dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing. Pemerintah Meksiko bahkan telah mengirim nota diplomatik untuk menyampaikan keberatan resmi kepada Washington.
Di sisi lain, Meksiko juga meminta penjelasan terbuka soal operasi di Chihuahua yang menewaskan dua pejabat Meksiko dan dua agen CIA pada 19 April. Kementerian Keamanan Meksiko menyebut seorang agen CIA masuk sebagai wisatawan dan seorang lainnya menggunakan paspor diplomatik.
Di tengah tekanan itu, penangkapan “El Jardinero” dan orang keuangannya menempatkan CJNG dalam posisi yang lebih rentan. Operasi di Nayarit dan Zapopan memperlihatkan bahwa aparat Meksiko kini menekan kartel itu dari dua sisi sekaligus, yakni pimpinan lapangan dan simpul pendanaan.