Pembaruan Keamanan Windows Ternyata Mengganggu Backup Image, Ini Langkah Aman Mengatasinya

Bagi pengguna yang menyimpan cadangan dalam bentuk image, pembaruan keamanan Windows terbaru justru memunculkan masalah yang sulit diabaikan. Setelah KB5083769 terpasang, sejumlah aplikasi backup pihak ketiga tidak lagi bisa membuka atau memuat image cadangan seperti biasanya.

Gangguan ini terasa serius karena yang terdampak bukan file cadangannya saja, melainkan kemampuan untuk mengaksesnya kembali saat proses pemulihan. Backup yang semestinya menjadi lapisan pengaman bisa berubah tidak siap dipakai ketika dibutuhkan.

Akar masalahnya ada pada driver yang diblokir

Pemicu utamanya berasal dari kebijakan keamanan baru di KB5083769 yang memblokir driver psmounterex.sys. Driver ini dipakai oleh sejumlah software backup untuk membuka image disk saat restore atau ketika cadangan perlu diakses ulang.

Aplikasi seperti Acronis Cyber Protect Cloud, Macrium Reflect, dan NinjaOne menggunakan pendekatan image disk, bukan sekadar menyalin file biasa. Karena itu, mereka sangat bergantung pada psmounterex.sys agar image penyimpanan cadangan bisa dibaca kembali dengan normal.

Begitu driver tersebut tidak lagi diizinkan, aplikasi kehilangan jalur akses ke image backup. Dampaknya, proses backup atau restore bisa gagal meski cadangan sudah dibuat sebelumnya.

Pada Acronis Cyber Protect Cloud, masalah ini bahkan dapat muncul dalam bentuk pesan kegagalan yang menyebut Microsoft VSS time out saat pembuatan snapshot atau status VSS_E_BAD_STATE. Pesan itu menunjukkan perubahan perilaku sistem setelah update Windows dipasang, bukan sekadar gangguan acak pada aplikasi.

Kenapa Windows mengambil langkah ini

Pemblokiran driver bukan tindakan sembarangan, melainkan bagian dari proteksi Windows terhadap komponen yang dianggap berisiko. Sistem dirancang untuk menahan driver yang masuk vulnerable driver blocklist, memiliki signature yang dicabut, atau keduanya.

Dari sisi keamanan, langkah itu bertujuan mencegah driver bermasalah mengakses file sistem yang kritis. Namun efek sampingnya, software backup lama atau yang belum menyesuaikan diri ikut terkena imbas.

Inilah sebabnya masalah ini tidak bisa dianggap sebagai kesalahan kecil pada satu aplikasi. Sumber gangguannya berada pada perubahan perilaku sistem yang dibuat untuk memperketat keamanan.

Langkah yang paling aman untuk dilakukan

Cara terbaik adalah memeriksa pembaruan dari vendor software backup yang digunakan. Jika sudah ada versi baru yang tidak lagi bergantung pada psmounterex.sys versi lama, pembaruan itu sebaiknya segera dipasang.

Langkah ini menjaga fitur keamanan Windows tetap aktif tanpa mengorbankan fungsi backup. Dengan begitu, perlindungan sistem dan kemampuan pemulihan data bisa berjalan bersamaan.

Jika pembaruan dari vendor belum tersedia, opsi sementara yang bisa dipakai adalah menghapus KB5083769. Setelah itu, Windows Update sebaiknya dijeda agar patch yang sama tidak terpasang otomatis lagi sebelum ada versi aplikasi yang kompatibel.

Siapa yang paling perlu memperhatikan

Pengguna yang mengandalkan software backup pihak ketiga berbasis image disk berada di posisi paling rawan. Risiko lebih besar juga muncul pada sistem dengan backup otomatis, karena kegagalan sering baru terlihat saat proses berjalan atau ketika image hendak dipulihkan.

Situasi ini penting bagi admin TI, pengguna profesional, dan lingkungan kerja kecil yang membutuhkan pemulihan cepat. Bila backup gagal tanpa disadari, cadangan yang dianggap aman bisa ternyata tidak siap dipakai pada saat krisis.

Tidak semua pengguna Windows terkena dampaknya. Gangguan terutama menyasar aplikasi yang masih memakai psmounterex.sys dan belum beralih ke komponen yang lebih baru.

Karena itu, pemeriksaan kompatibilitas software backup menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan lain. Jika sistem masih berjalan normal, tetap perlu memastikan bahwa vendor aplikasi sudah menyatakan dukungan terhadap perubahan keamanan di Windows terbaru.

Source: tech.sportskeeda.com

Baca Juga

Back to top button