Pembangunan Huntap Masih Tertinggal, 19 Ribu Penyintas Sudah Terima DTH di Tiga Provinsi

Kebutuhan tempat tinggal bagi penyintas bencana hidrometeorologi di tiga provinsi di Sumatra masih terus ditopang lewat dua jalur sekaligus, yakni penyaluran dana tunggu hunian dan percepatan pembangunan hunian tetap. Hingga 27 April, bantuan dana tunggu hunian telah diterima 19.023 orang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Skema ini diberikan sebagai penyangga sementara bagi keluarga yang belum bisa masuk ke hunian sementara maupun yang masih menunggu rumah permanen selesai dibangun. Setiap kepala keluarga memperoleh Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, atau total Rp1,8 juta, sehingga kebutuhan dasar tempat tinggal tetap memiliki penopang selama masa transisi.

Sebaran penerima terbanyak ada di Aceh

Dari tiga provinsi yang terdampak, Aceh mencatat jumlah penerima paling besar dengan 12.951 orang. Sumatera Utara menyusul dengan 4.168 penerima, sedangkan Sumatera Barat mencatat 1.904 penerima.

Pemerintah menempatkan bantuan ini sebagai jembatan sampai hunian tetap benar-benar siap ditempati. Dengan pola tersebut, keluarga penyintas tidak dibiarkan menunggu tanpa dukungan ketika proses pemulihan masih berjalan.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa bantuan ini mengikuti perkiraan waktu pembangunan huntap yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat bulan. Ia menegaskan penyaluran bisa diperpanjang bila pekerjaan belum rampung.

“Kalau nanti huntapnya belum jadi, dikasih lagi per tiga bulan ke depan. Jadi per tiga bulan sampai huntapnya selesai,” kata Tito saat meninjau huntara di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Pembangunan huntap masih jauh dari kebutuhan

Di sisi lain, pengerjaan hunian tetap masih berlangsung dengan capaian yang belum sebanding dengan kebutuhan total. Hingga 27 April, baru 241 unit huntap yang selesai dari target 39.171 unit yang direncanakan.

Selain unit yang sudah tuntas, masih ada 1.668 unit huntap lain yang sedang dibangun di berbagai lokasi. Di Aceh, 104 unit telah selesai dari target 29.026 unit, sementara 820 unit masih dalam proses pengerjaan.

Sumatera Utara mencatat 120 unit huntap rampung dari target 7.321 unit, dengan 407 unit lainnya masih dibangun. Adapun Sumatera Barat baru menyelesaikan 17 unit dari total rencana 2.824 unit, sementara 441 unit masih dikerjakan.

Data itu menunjukkan bahwa pemulihan hunian permanen masih memerlukan waktu. Karena itu, dana tunggu hunian tetap menjadi instrumen penting agar keluarga penyintas tetap memiliki pegangan selama menunggu rumah mereka selesai.

Hunian sementara ikut dipercepat

Selain huntap, pemerintah juga mendorong penyediaan hunian sementara agar penyintas memiliki tempat tinggal yang lebih layak selama masa peralihan. Hingga 27 April 2026, sebanyak 18.510 unit huntara telah rampung dari target 20.151 unit.

Capaian itu setara dengan progres 91 persen dan menjadi salah satu bagian yang menopang pemulihan pascabencana di lapangan. Pembangunan huntara juga disesuaikan dengan kondisi warga yang terdampak, termasuk mereka yang sejak awal tidak menempati rumah milik sendiri.

Wakil Ketua Satgas PRR, Suharyanto, menegaskan bahwa hunian sementara juga dibangun untuk warga yang sebelumnya tinggal di rumah sewa. Menurut dia, ada penyintas yang kehilangan tempat tinggal karena rumah kontrakan mereka rusak akibat banjir.

“Di sini masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau ke mana,” ujar Suharyanto saat meninjau progres huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Penyaluran DTH, percepatan huntara, dan pembangunan huntap memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana di Sumatra masih berjalan pada beberapa lapisan kebutuhan sekaligus. Pemerintah masih memusatkan perhatian pada ketersediaan tempat tinggal sementara dan permanen agar penyintas punya kepastian hunian selama masa pemulihan berlangsung.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button