Tiga ajang internasional sudah menunggu tim nasional voli putri, dan PBVSI bergerak lebih awal dengan memanggil 17 pemain untuk masuk ke tahap persiapan. Komposisi yang dipilih menunjukkan arah yang cukup jelas: tim dibangun dengan campuran pemain berpengalaman, nama baru, dan beberapa opsi di tiap lini agar pelatih Marcos Sugiyama punya ruang lebih luas dalam meramu skuad.
Di antara nama yang kembali mencuri perhatian, Megawati Hangestri Pertiwi tetap berada di garis depan serangan Indonesia. Opposite andalan itu kembali dipercaya sebagai salah satu tumpuan utama, bersama pemain lain seperti Mediol Stiovanny Yoku dan Tisya Amallya Putri yang ikut memperkuat daftar panggilan kali ini.
PBVSI meminta seluruh pemain yang dipanggil segera berkumpul di Padepokan Bolavoli Jendral Kunarto, Sentul, Jawa Barat, paling lambat 4 Mei 2026. Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menegaskan bahwa pemanggilan dilakukan berdasarkan performa terbaik atlet dari berbagai daerah.
“Seluruh pemain yang dipanggil wajib sudah berada di Padepokan Bolavoli Jendral Kunarto, Sentul paling lambat 4 Mei 2026,” ujar Loudry dalam keterangan resmi PBVSI di Jakarta, Senin (27/4/2026). Arahan itu memperlihatkan bahwa persiapan tim nasional dijalankan dengan target waktu yang ketat agar kekompakan bisa segera terbentuk.
Peluang bagi wajah baru dari kompetisi domestik
Salah satu sorotan lain datang dari masuknya Shindy Sasgia Dwi Yuniar ke dalam daftar. Middle blocker asal Jawa Tengah yang membela Jakarta Pertamina Enduro itu mendapat panggilan pertamanya ke tim nasional senior setelah tampil menonjol di Proliga 2026.
Kehadiran Shindy memperlihatkan bahwa penampilan di kompetisi domestik masih menjadi jalur penting menuju skuad nasional. PBVSI juga menempatkan Chelsa Berliana Nurtomo, Maradanti Namira Tegariani, dan Geofanny Eka Cahyaningtyas di sektor middle blocker untuk menjaga kekuatan blok dan pertahanan depan.
Pilihan lebih lebar di sektor serang dan pengatur permainan
Di lini opposite, PBVSI tidak hanya membawa Megawati. Nama lain yang dipanggil adalah Syelomitha Afrilaviza W, Khanza Putri Yansi Ganestri, dan Arsela Nuari Purnama, sehingga pelatih memiliki beberapa opsi untuk menyusun pola serangan sesuai kebutuhan pertandingan.
Untuk posisi setter, Arneta Putri Amelian dan Tisya Amallya Putri masuk dalam daftar. Sementara itu, sektor libero diisi Indah Guretno Margiani dan Fajriahni Ema Herawati, yang akan membantu menjaga stabilitas pertahanan belakang saat tim menjalani turnamen dengan intensitas tinggi.
Di sisi outside hitter, PBVSI menambahkan deretan nama seperti Mediol Stiovanny Yoku, Ersandrina Devega S, Salsabila Dara Putri, Tina Syifa Sabila Salim, dan Putri Nur Agustin. Susunan ini memberi gambaran bahwa tim dibentuk dengan kedalaman skuad yang cukup luas di setiap posisi.
Agenda padat menanti Indonesia
Setelah pemusatan latihan dimulai, timnas voli putri langsung diarahkan untuk menghadapi rangkaian turnamen internasional yang cukup rapat. Jadwal terdekat adalah AVC Nation’s Cup for Women di Filipina pada 6-9 Juni 2026.
Setelah itu, Indonesia akan tampil di SEA V League yang berlangsung di Vietnam pada 31 Juli-2 Agustus, lalu berlanjut ke Thailand pada 7-9 Agustus. Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan AVC Continental Cup di Tianjin pada 21-30 Agustus 2026.
Sugiyama pegang kendali persiapan tim
Seluruh proses ini berada di bawah arahan Marcos Sugiyama, pelatih asal Brasil yang menangani tim sejak akhir 2025. Ia bekerja bersama asisten pelatih Pedro Lilipaly dan Hasan Mubarok untuk mematangkan aspek teknis maupun taktis sebelum tim turun ke tiga ajang tersebut.
Dengan komposisi yang sudah disusun dan jadwal latihan yang mulai dikejar, PBVSI tampak ingin memastikan tim nasional voli putri tidak hanya siap secara individu, tetapi juga siap sebagai satu kesatuan saat menghadapi lawan-lawan di level internasional.





