Pasar Terlalu Cepat Merayakan Kepergian Powell, Cowen Ingatkan Risiko Lama Kembali

Pasar kripto sedang menimbang satu pertanyaan yang jarang muncul saat suasana berubah cepat: apakah pengetatan yang selama ini dikritik justru akan terasa lebih aman setelah hilang. Benjamin Cowen, analis yang pernah tepat membaca potensi kejatuhan pasar pada 2021, menilai situasi seperti itu bisa saja terjadi jika pasar terlalu cepat merayakan kepergian Jerome Powell dari kursi ketua Federal Reserve.

Pandangan itu muncul di tengah debat yang semakin ramai soal masa depan Powell, terutama setelah pidato terakhirnya sebagai ketua The Fed pada 29 April dan keputusan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Bagi Cowen, reaksi pasar yang terlalu antusias terhadap perubahan figur di bank sentral justru berisiko, karena dampak lanjutan dari pergantian itu belum tentu menguntungkan aset berisiko seperti kripto.

Powell dan sinyal yang sering dibaca berbeda oleh pasar

Hubungan Powell dengan pasar kripto memang kerap diwarnai ketegangan akibat isu suku bunga. Namun di balik citra ketat itu, sejumlah langkah di bawah kepemimpinannya justru dinilai memberi ruang lebih besar bagi industri aset digital.

Dalam testimoni semesteran di hadapan Kongres pada Juni 2025, Powell menegaskan bahwa bank-bank di Amerika Serikat bebas melayani perusahaan kripto selama tetap mematuhi standar manajemen risiko dan perlindungan konsumen. Pada periode yang sama, The Fed juga menghapus istilah “reputational risk” dari kerangka pengawasan perbankan.

Langkah itu penting karena istilah tersebut selama ini sering dipakai sebagai dasar penilaian yang bersifat subjektif. Dalam praktiknya, istilah itu bisa menjadi hambatan bagi bank yang ingin menjalin hubungan dengan perusahaan kripto.

Powell juga menunjukkan sikap yang tidak sepenuhnya negatif terhadap aset digital. Pada 2024, ia menyebut Bitcoin sebagai kemungkinan alternatif digital untuk emas, bukan untuk dolar. Ia juga mendukung adanya kerangka regulasi formal untuk stablecoin.

Mengapa Cowen mengingatkan pasar agar tidak terlalu cepat bersorak

Peringatan Cowen tidak datang dari ruang hampa. Dalam unggahan di X pada 29 April, ia membandingkan situasi Powell dengan kepergian Gary Gensler dari SEC pada Januari 2025.

Saat Gensler pergi, Bitcoin berada di level $109.000. Sementara itu, pada pertemuan FOMC terakhir, harga Bitcoin tercatat di $75.000. Perbandingan itu dipakai Cowen untuk menunjukkan bahwa euforia atas keluarnya tokoh tertentu tidak otomatis memperbaiki kondisi pasar kripto.

Cowen menilai bahwa setelah Gensler pergi, pasar justru memasuki fase yang ia sebut sebagai “the grifting age”. Dalam fase itu, influencer dan politisi disebut meluncurkan memecoin serta melakukan rug pull tanpa banyak konsekuensi, sementara likuiditas industri mengalir ke aset yang tidak bernilai.

Dari pengalaman tersebut, Cowen memperingatkan agar pasar tidak mengulang pola reaksi serupa terhadap Powell. Menurut dia, jika terlalu banyak pihak merayakan pencopotan Powell, hasil akhirnya bisa bergerak ke arah yang sama seperti sebelumnya.

Persoalan yang dipertaruhkan bukan hanya harga

Bagi Cowen, isu ini tidak semata-mata soal naik-turun harga aset digital. Ia memandang ada risiko yang lebih besar jika Federal Reserve kehilangan independensi dan berubah menjadi, seperti istilah yang ia gunakan, “another cabinet of the executive branch.”

Dalam pandangan itu, Powell tidak hanya diposisikan sebagai pembuat kebijakan moneter. Ia juga menjadi simbol stabilitas kelembagaan yang ikut menopang kepercayaan terhadap sistem keuangan secara lebih luas.

Karena itu, perubahan kepemimpinan di The Fed dapat memengaruhi tingkat keyakinan pasar, bukan hanya di kripto tetapi juga pada ekosistem keuangan yang lebih besar. Cowen bahkan menyampaikan bahwa beberapa tahun ke depan pasar mungkin akan menilai Powell lebih baik daripada yang diperkirakan saat ini.

Di sisi lain, Kevin Warsh yang dikenal cenderung pro-kripto dijadwalkan menggantikan posisi ketua pada 15 Mei. Perubahan ini membuat perdebatan tentang Powell meluas dari urusan suku bunga ke hubungan antara bank sentral, regulasi kripto, dan kepercayaan pasar.

Dalam situasi transisi seperti itu, sikap hati-hati Powell tetap menjadi faktor yang menurut Cowen mungkin baru dihargai sepenuhnya setelah ia tidak lagi memimpin The Fed.

Baca Juga

Back to top button