Pasar Saham Melesat Saat Bitcoin dan Ethereum Masih Tertahan, Gencatan Senjata Timur Tengah Jadi Kuncinya

Pasar kripto sedang menatap faktor yang lebih besar daripada pergerakan harga harian. Fokus investor kini bergeser ke kemungkinan gencatan senjata di Timur Tengah, yang dinilai dapat menjadi pemicu baru bagi Bitcoin, Ethereum, dan aset digital lain.

Perhatian ini muncul saat Bitcoin dan Ethereum masih bergerak terbatas, sementara saham justru terus menguat. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa modal masih lebih nyaman mencari aset berisiko yang dianggap lebih stabil, sambil menunggu tekanan makro mereda.

Di pasar spot, Bitcoin turun 0,76% ke $77.336,44 dan Ethereum melemah 0,73% ke $2.127,64. XRP ikut terkoreksi 0,59% menjadi $1,36, sedangkan Dogecoin naik tipis 0,65% ke $0,1050.

Solana menjadi salah satu pengecualian kecil di antara aset besar dengan kenaikan 0,19% ke $86,67. Meski begitu, gambaran besarnya masih sama: pasar bergerak menyamping dan belum menemukan tenaga untuk menembus level yang lebih tinggi.

Bitcoin sempat gagal bertahan di atas $78.000, sedangkan Ethereum tertahan di sekitar $2.150. Pola ini membuat sejumlah kripto besar terlihat stagnan meski perdagangan tetap berlangsung aktif.

Minat belum hilang, tetapi kehati-hatian masih dominan

Sinyal dari ekosistem kripto sendiri masih bercampur. Coinbase Global naik 1,19% dan Bitmine Immersion Technologies menguat 1,13%, yang menunjukkan minat investor terhadap sektor aset digital belum sepenuhnya pudar.

Namun, pasar derivatif memberi gambaran berbeda. Dalam 24 jam terakhir, sekitar $100 juta dilikuidasi, dengan porsi yang terbagi rata antara posisi long dan short menurut data Coinglass.

Open interest Bitcoin juga turun 2,25% pada periode yang sama. Penurunan seperti ini biasanya mencerminkan minat yang melemah atau sikap trader yang lebih waspada terhadap arah harga berikutnya.

Di Binance, sebagian besar trader ritel dan whale masih mempertahankan posisi long pada Bitcoin. Meski demikian, suasana pasar tetap dibayangi rasa takut, sesuai dengan pembacaan Crypto Fear & Greed Index.

Gencatan senjata jadi katalis yang paling diburu

Michaël van de Poppe menilai gencatan senjata di Timur Tengah bisa menjadi pemicu terbaik bagi penguatan pasar kripto. Ia melihat meredanya konflik dapat menekan harga minyak, menurunkan imbal hasil Treasury AS, dan memberi ruang koreksi lanjutan pada emas serta perak.

Dalam skenario itu, altcoin berpotensi mendapat dukungan yang lebih luas. Van de Poppe menilai hambatan utama selama ini bukan kekurangan minat pada altcoin, melainkan tekanan makro global yang masih menahan laju pasar.

Kapitalisasi pasar kripto global tercatat di $2,59 triliun, naik 0,89% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini belum cukup untuk mengubah arah besar pasar yang masih cenderung datar, terutama pada Bitcoin dan Ethereum.

Saham menguat, minyak melemah

Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat justru mencetak rekor baru. Dow Jones Industrial Average naik 276,31 poin atau 0,55% ke 50.285,66, S&P 500 naik 0,17% ke 7.445,72, dan Nasdaq Composite menguat 0,09% ke 26.293,10.

Optimisme investor juga didukung pernyataan Presiden Donald Trump sebelumnya pada pekan yang sama, ketika ia menyebut negosiasi dengan Iran berada dalam “tahap akhir”. Pada saat yang sama, US Oil Fund yang melacak West Texas Intermediate turun 2% dalam sepekan.

Bagi pasar kripto, kombinasi meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya tekanan pada harga minyak bisa menjadi dorongan penting. Selama pemicu itu belum benar-benar muncul, Bitcoin dan Ethereum tampaknya masih harus bergerak terbatas sambil menunggu arah yang lebih tegas.

Exit mobile version