Pasar Baterai EV Awal 2026 Makin Terkunci, CATL Pegang 40,7 Persen Pangsa Dunia

Persaingan pasar baterai kendaraan listrik global pada awal 2026 makin menunjukkan jurang yang lebar di bagian atas. CATL berada jauh di depan dengan penguasaan 40,7 persen pasar dan instalasi 99,5 GWh, sementara para pesaing terdekat tertinggal cukup jauh.

Pencapaian itu muncul di tengah pasar yang masih bertumbuh. Sepanjang Januari hingga Maret, total penggunaan baterai EV dunia mencapai 244,6 GWh, naik 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menurut SNE Research.

Dorongan dari pelanggan besar

Penguatan posisi CATL tidak datang tanpa penopang. Seres, Nio, dan Li Auto disebut menjadi faktor utama yang membantu mendorong volume instalasi baterai perusahaan asal China tersebut.

Dibandingkan periode yang sama sebelumnya, pangsa pasar CATL juga naik dari 38,5 persen menjadi 40,7 persen. Kenaikan itu menegaskan bahwa dominasi CATL justru semakin solid ketika permintaan global masih bergerak naik.

BYD masih di posisi kedua, tetapi tekanannya nyata

Di belakang CATL, BYD tetap bertahan di papan atas. Namun, posisinya tidak sekuat sebelumnya karena pangsa pasar turun menjadi 13,7 persen dari 16,2 persen pada periode yang sama di tahun 2026.

Total instalasi baterai BYD tercatat 33,5 GWh. Angka itu memang menunjukkan tanda pemulihan dibandingkan data Januari-Februari, tetapi tekanan dari melemahnya penjualan kendaraan bermerek BYD di pasar domestik Tiongkok masih terasa jelas.

Pemulihan awal BYD juga terbantu oleh mulai masuknya pasokan baterai ke klien baru seperti Xiaomi. Meski begitu, selisih dengan CATL tetap sangat besar dan memperlihatkan jarak yang belum mengecil.

Produsen Korea Selatan ikut terkena dampak

Tekanan tidak hanya dirasakan BYD. Produsen baterai asal Korea Selatan juga menghadapi situasi yang lebih berat, terutama karena permintaan di pasar Amerika Serikat turun 28,4 persen.

LG Energy Solution masih mampu bertahan di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 9,7 persen. Sementara itu, SK On dan Samsung SDI sama-sama mencatat penurunan penggunaan baterai yang tajam.

Samsung SDI bahkan tersingkir dari daftar sepuluh besar setelah penggunaan baterainya turun 27,7 persen. Secara kolektif, pangsa pasar gabungan tiga pemain besar Korea Selatan menyusut menjadi 15,6 persen.

Pemain China lain terus mengisi papan atas

Saat produsen Korea Selatan melemah, sejumlah pemain China lain justru bergerak lebih agresif. CALB, Gotion High-tech, Eve Energy, Svolt, dan Sunwoda terus merangsek dan mengisi sisa daftar sepuluh besar dunia.

Pergerakan itu mempertegas bahwa peta persaingan baterai EV global pada awal 2026 masih sangat dipengaruhi oleh kekuatan produsen China. Volume instalasi yang besar dan jaringan klien yang luas membuat mereka semakin sulit dikejar.

Panasonic jadi satu-satunya wakil Jepang

Dari Jepang, Panasonic masih menjadi satu-satunya wakil yang bertahan di enam besar. Pangsa pasarnya tercatat 3,7 persen.

Posisi itu menunjukkan betapa terkonsentrasinya kekuatan pasar di tangan segelintir pemain utama. Di tengah pasar global yang terus tumbuh, persaingan justru makin berat bagi produsen di luar kelompok teratas.

Source: voi.id

Baca Juga

Back to top button