Papua bukan hanya dikenal karena bentang alamnya yang luas, tetapi juga karena deretan reptil berukuran besar yang hidup di sungai, rawa, pesisir, dan hutan hujannya. Di wilayah yang terbentang antara Indonesia dan Papua Nugini ini, sejumlah spesies tampil mencolok karena ukuran tubuhnya yang luar biasa, mulai dari predator air hingga kadal raksasa.
Kehadiran reptil-reptil tersebut juga menunjukkan kedekatan biogeografis Papua dengan Australia. Dari buaya yang menguasai perairan hingga ular besar yang bersembunyi di hutan, Papua menyimpan satwa yang terus menarik perhatian peneliti maupun pecinta alam liar.
Buaya air asin, penguasa perairan Papua
Di antara reptil Papua, buaya air asin atau buaya muara menempati posisi paling menonjol. Spesies ini dikenal sebagai reptil terbesar di Bumi saat ini dan hidup di sungai besar, rawa, laguna, serta kawasan pesisir Papua.
Sebarannya tercatat di Teluk Arguni, Sungai Kamabu, Sungai Buruai, Sungai Barusa, Danau Suwiki, dan Sungai Mamberamo. National Geographic mencatat panjang rata-rata buaya ini sekitar 5–6 meter dengan bobot 450 kg, sedangkan individu terbesar bisa mencapai 7 meter dan berat sekitar 1 ton.
Penyu belimbing, raksasa yang melintasi laut
Dari wilayah perairan Papua, penyu belimbing juga layak masuk daftar reptil raksasa. Satwa ini ditemukan di Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Teluk Huon di Papua Nugini, dan menjadi penyu terbesar di dunia.
NOAA menyebut penyu belimbing dewasa memiliki panjang sekitar 1,5–1,8 meter dengan bobot 350–450 kg. Tubuhnya berwarna hitam, hampir tanpa sisik dan cangkang keras, serta diketahui mampu bermigrasi hingga 16 ribu km per tahun dan menyelam sampai 1,2 km untuk mencari ubur-ubur.
Buaya papua, endemik besar dari sungai dan rawa
Selain buaya air asin, Papua juga memiliki buaya papua yang berukuran besar. Reptil endemik ini banyak ditemukan di Papua Barat, Papua bagian utara, Papua bagian selatan, serta Papua Nugini.
Animal Diversity Web mencatat panjang dewasa buaya papua umumnya 3–3,5 meter dengan bobot 200–295 kg. Buaya ini memiliki moncong ramping dan warna tubuh cokelat keabu-abuan, sementara jantan biasanya lebih besar dibandingkan betina.
Biawak papua, kadal besar penghuni hutan hujan
Papua juga menjadi rumah bagi biawak papua atau biawak buaya, salah satu kadal terbesar dari Pulau Papua. Spesies ini disebut sebagai biawak terbesar ketiga di dunia, setelah komodo dan biawak air.
Panjangnya dapat mencapai 2–5 meter dengan bobot 20–90 kg. Ekor hewan ini sangat panjang dan mengambil sekitar 60–70 persen dari total panjang tubuh, sedangkan habitat utamanya berada di hutan hujan tropis dataran rendah pada ketinggian 0–650 meter di atas permukaan laut.
Ular sanca permata, panjang dan mencolok
Di antara ular besar Papua, ular sanca permata menonjol karena tubuhnya yang panjang dan pola sisiknya yang khas. Ular tak berbisa ini bisa tumbuh sepanjang 3–5 meter dengan bobot 9–20 kg, dan betina umumnya lebih besar daripada jantan.
Ciri tubuhnya tampak dari sisik berwarna cokelat, hitam, dan kuning dengan kilau seperti permata. Sebagai hewan semi arboreal, ular ini pandai memanjat pohon dan memangsa mamalia kecil, burung, kelelawar, serta marsupial kecil dengan cara melilit hingga mangsanya mati sesak napas.
Kelima reptil itu memperlihatkan betapa Papua menyimpan kekayaan hayati yang besar sekaligus beragam, dari ekosistem air tawar dan pesisir hingga hutan hujan. Keberadaan buaya air asin, penyu belimbing, buaya papua, biawak papua, dan ular sanca permata membuat kawasan timur Indonesia ini menjadi salah satu wilayah penting bagi reptil raksasa di Asia Pasifik.
Source: www.idntimes.com