Di tengah pasar mobil bekas, unit Isuzu Panther High Grade ini menonjol karena menawarkan paket yang sulit diabaikan: harga Rp49 juta, bodi yang masih disebut “ngaleng”, dan kabin yang nyaris belum tersentuh ubahan. Mobil yang berada di Salatiga, Kota Jawa Tengah, ini terasa menarik bukan hanya karena banderolnya, tetapi juga karena kondisi fisiknya masih mempertahankan karakter asli.
Buat pemburu diesel lawas, kombinasi seperti ini memang punya daya tarik tersendiri. Nama Panther sudah lama identik dengan ketangguhan, sementara contoh yang satu ini masih membawa kesan orisinal dari luar sampai dalam.
Tampilan luar masih kuat
Mobil ini merupakan Isuzu Panther High Grade bermesin diesel 2.300 cc dengan warna biru tua. Sebagai tipe tertinggi pada masanya, model ini memang punya posisi lebih dibanding varian bawah karena fitur dan tampilannya lebih lengkap.
Pada bagian eksterior, unit ini disebut masih memakai grill asli bawaan pabrik. Lampu-lampunya juga dikatakan belum mengalami modifikasi berlebihan, sehingga wajah mobil tetap terlihat sesuai karakternya sejak awal.
Cat pada bodinya pun disebut sebagian besar masih orisinal. Kondisi itu membuat kesan lawasnya tetap terjaga dan tidak kehilangan identitas sebagai Panther era lama.
Kaki-kaki dan kondisi pakai
Daya tarik lain datang dari kaki-kaki mobil. Unit ini memakai velg racing dan ban yang disebut masih sangat tebal, sehingga dinilai siap digunakan tanpa perlu pengeluaran besar dalam waktu dekat.
Penyajian kondisi seperti ini membuat mobil tidak hanya menarik sebagai koleksi, tetapi juga sebagai kendaraan yang masih bisa langsung dipakai. Bagi calon pembeli, hal semacam ini sering jadi pertimbangan penting karena mengurangi kebutuhan perbaikan awal.
Kabin masih mempertahankan nuansa asli
Masuk ke dalam, suasana khas Panther 90-an masih sangat terasa. Jok berbahan beludru atau fabric bawaan pabrik masih dipertahankan, dan kondisinya disebut tebal serta segar.
Kabin juga dilaporkan bersih dan terawat. Plafon hingga karpet dasar terlihat rapi, membuat interiornya tidak hanya enak dipandang tetapi juga kuat menampilkan nilai nostalgia.
Konfigurasi kursinya masih tiga baris. Jok paling belakang tetap memakai model hadap-hadapan, ciri khas yang dulu banyak ditemui pada MPV diesel keluarga dan kini justru dicari oleh sebagian penggemar mobil lawas.
Fitur dan kelengkapan masih lengkap
Soal kenyamanan, mobil ini disebut masih punya AC double blower yang dingin. Power window di keempat pintu juga masih berfungsi normal, sementara sistem kelistrikan secara keseluruhan dikabarkan sehat.
Kelengkapan seperti ini ikut memperkuat kesan bahwa unit tersebut memang dijaga dengan baik. Di pasar mobil bekas, fungsi-fungsi dasar yang masih aktif sering menjadi pembeda penting antara mobil siap pakai dan mobil yang masih perlu banyak sentuhan.
Administrasi ikut menjadi nilai tambah
Selain kondisi fisik, surat-suratnya juga menjadi daya tarik. Mobil ini menggunakan pelat lokal AB dan masa berlaku pajaknya masih panjang hingga 2029.
Ada pula barcode solar yang sudah siap digunakan. Detail ini penting bagi pemilik mobil diesel karena memudahkan urusan administrasi terkait pembelian BBM subsidi di SPBU.
Dengan banderol Rp49 juta yang masih bisa dinego, unit ini masuk kategori menarik untuk pencari diesel lawas dengan anggaran terbatas. Penjual juga menyebut mobil ini sebagai unit yang siap pakai, dengan cat yang masih mulus dan kinclong serta ban yang tebal sebagai nilai tambah utama.
Di balik tampilannya yang masih terjaga, mesin C223 tetap menjadi alasan besar kenapa Panther seperti ini diburu. Mesin diesel 2.300 cc indirect injection itu dikenal bandel dan relatif mudah dirawat, sehingga reputasinya terus menjaga minat pasar terhadap Panther High Grade.