Palme d’Or Kehormatan Bikin John Travolta Terharu, Debut Sutradaraannya Di Cannes Makin Berkesan

Malam di Cannes berubah menjadi panggung yang memadukan penghargaan, emosi, dan langkah baru dalam karier John Travolta. Bukan hanya karena ia menerima Palme d’Or kehormatan, tetapi juga karena momen itu datang saat ia tampil sebagai sutradara untuk pertama kalinya di festival tersebut.

Travolta terlihat terharu ketika namanya diumumkan dalam ajang Festival Film Cannes ke-79 pada 15 Mei 2026. Aktor berusia 72 tahun itu menitikkan air mata, dan suasana di panggung langsung menghangat oleh reaksi spontan yang jarang terlihat dalam seremoni penghargaan sebesar itu.

Ia mengaku sama sekali tidak menduga akan menerima trofi pencapaian seumur hidup tersebut. Saat memegang penghargaan itu, Travolta menyebut semuanya sebagai kejutan besar dan mengatakan bahwa itulah hal terakhir yang ia bayangkan terjadi malam itu.

Dalam pidatonya, yang sebagian ia sampaikan dalam bahasa Prancis, Travolta juga menyampaikan terima kasih kepada Direktur Festival Cannes, Thierry Fremaux. Ia menilai penghargaan tersebut sangat berarti, bahkan menyebutnya melampaui pencapaian yang pernah ia raih di ajang Oscar.

Penghargaan kehormatan itu terasa makin kuat karena diberikan tepat sebelum pemutaran perdana film terbarunya. Cannes pun tidak hanya menjadi tempat pengakuan atas perjalanan panjangnya sebagai aktor, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan sisi lain dari dirinya sebagai pembuat film.

Film yang ia bawa berjudul Propeller One-Way Night Coach. Proyek itu menandai debut Travolta sebagai sutradara dan langsung menarik perhatian karena ia datang ke Cannes dengan peran yang berbeda dari biasanya.

Film petualangan tersebut diangkat dari buku anak-anak karya Travolta sendiri yang terbit pada 1997. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki dan ibunya menuju Hollywood, sebuah kisah yang memiliki kedekatan personal dengan latar hidup sang aktor.

Setelah pemutaran film, Travolta menjelaskan bahwa karakter utama dalam cerita itu terinspirasi dari dua perempuan penting dalam hidupnya, yaitu mendiang ibunya dan kakak perempuannya, Ellen. Ia menggambarkan film tersebut sebagai potret kecil tentang asal-usul dirinya dan masa kecilnya.

“Film ini adalah sedikit gambaran tentang asal-usul saya dan bagaimana rasanya menjadi saya saat masih kecil,” ujarnya. Travolta juga menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi dasar penting yang membantunya mengejar mimpi sebagai seniman dan pilot.

Kehadiran proyek yang sangat personal itu membuat malam di Cannes terasa lebih intim dari sekadar agenda festival biasa. Di satu sisi, Travolta menerima penghargaan atas perjalanan panjang kariernya, dan di sisi lain, ia memperkenalkan film yang bersumber dari kenangan keluarga dan pengalaman hidupnya sendiri.

Hubungan Travolta dengan Cannes sendiri sudah terjalin lama. Ia sebelumnya pernah meraih kemenangan lewat Pulp Fiction pada 1994, serta membawa She’s So Lovely dan Primary Colors ke festival yang sama pada masa lalu.

Dengan Palme d’Or kehormatan ini, Travolta bergabung dengan jajaran nama besar lain yang pernah menerima penghargaan serupa, termasuk Peter Jackson dan Barbra Streisand. Namun, momen saat trofi itu diberikan, ditambah respons emosional Travolta, membuat malam tersebut menonjol sebagai salah satu yang paling berkesan di edisi tahun ini.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version